TAMPILAN busana Kate Middleton selalu menjadi tren yang marak di masyarakat. Berkat demam busana yang ditularkan Duchess of Cambridge tersebut, perekonomian negaranya pun terdongkrak.
Fesyen menjadi salah satu pengerek ekonomi memang ada benarnya. Apalagi dalam suatu negara tersebut, perkembangan fesyen sangat pesat. Inggris, misalnya. Semenjak kehadiran Kate Middleton yang meramaikan kerajaan dan membawa warna baru bagi fesyen di negara tersebut, perekonomian di negaranya pun terkerek tajam. Apalagi ketika kehadiran Kate Middleton bertengger di Inggris dan menularkan virus berbusana trendi serta sederhana, perekonomian negara tersebut mendapat pemasukan hingga 1 miliar poundsterling atau senilai Rp14,1 triliun.
Pengamat ritel melihat bahwa setiap wanita rata-rata menghabiskan 250 poundsterling atau sekira Rp3,5 juta setiap tahun untuk meniru gaya berbusananya. Tak heran dengan kehadiran Duchess of Cambridge yang berusia 30 tahun tersebut membantu meningkatkan penjualan dari berbagai produk termasuk sepatu, stoking dan perhiasan. Booming dari demam Kate sendiri dimulai ketika dirinya dan Pangeran William menikah April 2011 lalu, seperti dilansir The Sun, Selasa (10/1/2012).
Salah satu department store yang menjual koleksi tiruan dari busana Kate, Debenhams mengatakan, penjualan celana mereka yang mirip dengan versi Kate meningkat hingga 65 persen. Tak hanya itu, sepatu berwarna nude yang sempat dikenakannya pun penjualannya turut merangkak tajam kenaikannya.
Bahkan, delapan belas persen anak perempuan menyisihkan sekira 25 poundsterling atau sekira Rp350 ribu untuk meniru bentuk rambut Kate.
Lisa Bond selaku Marketing Director at fashion Chain Peacocks mengatakan, “Daya tarik dari putri baru tersebut adalah bagaimana dia bisa mengubah bangsanya menjadi pengamat ‘Kate’.”
(tty)
Sabtu, 18 Mei 2013 04:25 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 03:35 WIB
Jum'at, 17 Mei 2013 20:30 WIB