Musim Kawin, Pulau Christmas Memerah

|

Mutya Hanifah - Okezone

(Foto: geographywithdan)

Musim Kawin, Pulau Christmas Memerah
HUTAN biasanya identik dengan suasana gelap tertutup rimbunan pepohonan, dengan warna tanah coklat gelap, dan satwa-satwa liar hidup terkamuflase. Namun, tidak demikian dengan Pulau Christmas.

Pulau vulkanik kecil yang terletak di Samudra Hindia, 1.600 kilometer sebelah barat laut Ibu Kota Australia Barat, Perth, ini hutannya tertutup warna merah, berasal dari jutaan kepiting yang mendiami pulau ini. Kepiting-kepiting ini terutama semakin banyak terlihat selama musim kawin, yang dimulai sekira akhir November. Saat musim kawin, mereka melakukan migrasi massal dari hutan hujan ke laut. Diperkirakan, ada 120 juta kepiting yang hidup di pulau seluas 135 kilometer persegi ini. Demikian dilansir Independent, Selasa (21/2/2012).

Kepiting-kepiting ini mendominasi sebagian besar wilayah Pulau Christmas; di pantai, jalanan, dan taman nasionalnya yang meliputi dua pertiga area pulau ini. Kepiting-kepiting yang ada di pulau ini terdiri dari 20 spesies.

Pulau Christmas terletak di dekat Pulau Jawa, tepatnya di sebelah barat daya. Iklimnya tergolong tropis dengan populasi sebanyak 1.402 warga yang tinggal di sejumlah daerah pemukiman di ujung utara pulau, yakni Flying Fish Cove, Kota Perak, Poon Saan, dan Drumsite.

Pulau ini terisolasi secara geografis dan jauh dari jangkauan manusia hingga abad ke-19. Tidak mengherankan jika berbagai flora dan fauna endemik di pulau ini relatif tidak terganggu. Kondisi ini merupakan hal yang penting untuk para ilmuwan.

Selain terkenal karena populasi kepiting yang mendominasi, pulau ini juga merupakan tempat peluncuran satelit milik Australia dan Rusia, yang dilakukan oleh Asia Pasific Space Center (ASPC). ASPC menjadikan Pulau Christmas sebagai tempat peluncuran satelit karena letaknya yang relatif dekat dengan garis khatulistiwa dan iklimnya mudah diprediksi. Selain itu, letak Pulau Christmas yang terpencil meminimalisir risiko jatuhnya roket pengorbit satelit bisa mengenai manusia. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kuburan Massal di Aceh