BKKBN Tak Sediakan Alat Kontrasepsi Remaja

|

SINDO -

Ilustrasi BKKBN (Foto: Google)

BKKBN Tak Sediakan Alat Kontrasepsi Remaja
BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan tidak akan menyediakan alat kontrasepsi khusus untuk remaja.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Sudibyo Alimoesa mengaku, sudah banyak pihak yang meminta diadakan alat kontrasepsi khusus bagi remaja. Hal ini menyusul maraknya seks bebas di kalangan pelajar hingga menyebabkan kehamilan.
 
“Tapi menyediakan alat kontrasepsi untuk remaja sama sekali bukan solusi dan tidak mendidik. Jadi yang seharusnya dilakukan adalah upaya preventif dengan pembinaan dan penyadaran agar remaja terhindar dari pergaulan bebas. Kami dengan tegas menolak kontrasepsi untuk remaja,” ungkap dia kepada wartawan di Jakarta kemarin.
 
Saat ini yang pihaknya lakukan adalah mengadakan program-program tentang kesehatan reproduksi terutama bagi para pelajar perempuan. Remaja perempuan yang lebih banyak dirugikan. BKKBN, dia melanjutkan, juga sudah bekerja sama dengan banyak kampus dan SMA dalam penyediaan tenaga konselor kesehatan reproduksi.
 
Selanjutnya dibuat komunitas-komunitas di kampus dan SMA yang mengampanyekan bahaya seks bebas. Pihaknya mengklaim hampir seluruh sekolah di berbagai daerah sudah tersentuh program ini.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Herlini Amran mendesak BKKBN segera meningkatkan sosialisasi program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR). Ini dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya prilaku seks bebas pada remaja yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Dia menyampaikan, pemerintah harus meningkatkan program sosialisasi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja.Dari data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) diperoleh hasil, 97% remaja pernah menonton film porno serta 93,7% pernah melakukan adegan intim bahkan hingga melakukan seks oral.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    244 Petugas Kesehatan Tewas Akibat Ebola