Serba-serbi Belanja di Pasar Tanah Abang nan Modern

|

Mutya Hanifah - Okezone

Pasar Tanah Abang Blok A (Foto: Mutya/okezone)

Serba-serbi Belanja di Pasar Tanah Abang nan Modern
RASANYA, tidak ada warga Jakarta yang tidak mengenal Pasar Tanah Abang, pasar retail fesyen dan tekstil grosir terbesar di Asia Tenggara. Pasar Tanah Abang telah menjadi pilihan belanja murah bagi warga Jakarta juga daerah sejak lama.

Pasar Tanah Abang dulunya disebut Pasar Sabtu, yang dibangun oleh tuan tanah Yustinus Vinck pada 30 Agustus 1735. Dulu, Pasar Tanah Abang hanya dibuka setiap Sabtu, dan saat itu mampu menyaingi pasar Senen yang sudah lebih maju.

Pasar Tanah Abang semakin berkembang setelah dibangunnya Stasiun Tanah Abang. Ditempat tersebut mulai dibangun tempat-tempat seperti Masjid Al Makmur dan Klenteng Hok Tek Tjen Sien yang keduanya seusia dengan Pasar Tanah Abang. Pada 1973, Pasar Tanah Abang diremajakan, diganti dengan empat bangunan berlantai empat, dan sudah mengalami dua kali kebakaran, pertama pada 30 Desember 1978, Blok A di Lantai 3 dan kedua menimpa Blok B pada 13 Agustus 1979.

Seiring dengan perkembangannya, Pemda Jakarta membangun Pasar Tanah Abang menjadi pusat grosir yang modern. Pasar Tanah Abang menjadi gedung pusat grosir berlantai 14 yang megah, modern, dan nyaman dilengkapi dengan pendingin udara. Kini, jumlah kios di Pasar tanah Abang telah lebih dari 10.000 kios.

Pasar Tanah Abang saat ini terdiri dari tiga gedung yang biasa disebut Tanah Abang Lama, Tanah Abang Metro, dan Tanah Abang AURI. Tanah Abang Lama terdiri atas beberapa blok, di antaranya Blok A, B, dan F. Masing-masing blok terdiri dari kios-kios. Tanah Abang AURI terdiri atas beberapa blok, di antaranya A, B, C, D, E, F, AA, BB, dan CC. Blok-blok yang berada di Tanah Abang AURI adalah kumpulan ruko yang menjual tekstil, kecuali blok E berupa kios-kios yang menjual pakaian dalam grosir maupun eceran.

"Saya suda berbelanja di pasar tanah abang ini sejak lebih dari 10 tahun yang lalu," tutur Irum Rahmi (53), pelanggan setia Pasar Tanah Abang, kepada okezone saat ditemui di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Jumat (9/3/2012). "Harganya relatif murah, dan sekarang berbelanja di sini sudah nyaman karena bangunannya sudah bagus," imbuhnya.

Apabila lelah membawa banyak barang belanjaan, banyak tersedia jasa porter untuk membawa barang belanjaan, dengan upah Rp10ribu hingga Rp20ribu, tergantung banyak barang yang dibawakan. Sebagian besar barang dagangan yang dijual di Pasar Tanah Abang adalah barang grosiran, namun juga bisa dibeli secara eceran.

"Kalau eceran, harganya sedikit lebih mahal. Biasanya perbedaannya Rp5 Ribu hingga Rp 10ribu dari harga yang grosiran," tutur Irum. Ia sendiri biasa membeli bahan kain, pelengkap kancing, hiasan baju, serta baju muslim. "Kalau baju muslim harganya mulai dari Rp45 ribu hingga Rp85 ribu. Paling mahal Rp500 ribu, tapi itu untuk baju pesta atau kebaya pernikahan," tambahnya.

Di Blok A Tanah Abang ini memang banyak menjual bahan kain, batik, kebaya pernikahan, baju muslim, baju jas pria, sepatu, serta grosiran tas yang tersebar di 12 lantai. Apabila sudah lelah berbelanja, di Lantai 8 tersedia food court luas yang nyaman tempat restoran-restoran juga fast food ternama dengan berbagai pilihan.

Pasar Tanah Abang setiap lantainya juga dijaga oleh satuan pengamanan. Meskipun begitu, Anda tetap harus benar-benar waspada saat berbelanja di sini. "Saya waktu itu pernah hampir dicopet oleh kawanan pencopet yang mendekati secara bergerombol," kata Irum.

Ternyata, hal ini kerap terjadi di Pasar Tanah Abang. "Para pedagang di sini juga selalu mengingatkan, selalu berhati-hati apabila tiba-tiba ada segerombolan orang yang mendekati atau berdesakan ketika berbelanja," sarannya.

Karena dikenal sebagai pusat grosir, biasanya pelanggan Pasar Tanah Abang adalah pedagang yang berniat berjualan kembali. "Mereka biasanya membeli hingga berkarung-karung, untuk dijual kembali. Banyak juga pelanggan dari daerah, seperti Jawa dan Sumatra," tutur Ria, salah seorang pedagang. Karena itulah, di sekitar Pasar Tanah Abang banyak terdapat jasa pengangkutan atau pengiriman barang ke luar kota dengan menggunakan truk.

Pasar Tanah Abang memang selalu ramai dan padat, namun terutama ramainya pada saat menjelang Lebaran. "Kalau menjelang Lebaran, sejak pagi subuh sudah sangat ramai sekali, sudah padat dimana-mana," tukas Ria. Namun, padatnya pasar ini tidak mengurungkan niat untuk banyak orang berbelanja di pasar terbesar se-Asia Tenggara ini. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Prisia Nasution Senang Diving di Pulau Kecil