Jalan Saharjo, Sentra Furnitur Bekas Disulap Baru

|

Pasha Ernowo - Okezone

Jalan Saharjo, Sentra Furnitur Bekas (Foto:Pasha/okezone)

Jalan Saharjo, Sentra Furnitur Bekas Disulap Baru
MAHALNYA harga perabotan rumah tangga dan kantor membuat sebagian orang berpikir untuk beralih menggunakan produk bekas. Nah, Jalan Saharjo adalah pusat untuk warga Ibu Kota untuk mendapatkan furnitur bekas.

Meningkatnya permintaan barang bekas membuat banyak pihak mulai memperhitungkan keberadaan usaha semacam ini. Untuk itu, Pasar yang terletak di Jalan Sahardjo, Manggarai, Jakarta Selatan, merupakan salah satu tempat yang bisa dikatakan pusatnya penjualan peralatan kantor bekas di Jakarta, mulai kursi, meja kantor, brankas, sampai lemari besi yang biasanya untuk menaruh berkas-berkas kantor.

Salah satu penjual, tepatnya pemilik Toko Agung Jaya, Tri Budiyanto menjelaskan bahwa di tempat ini penjual tidak membuat atau memproduksi kursi maupun meja melainkan mendapatkannya dari orang yang menjual langsung atau dengan cara mengikuti pelelangan yang dilakukan kantor yang ingin pindah gedung maupun pembaharuan pada furnitur kantornya.

“Lucunya, barang yang didapat dari hasil barang kantor dijual juga untuk kantor lagi, hal ini sering terjadi bahkan pembeli dari perusahaan ataupun jenis usaha seperti restoran mendominasi pangsa pasar di tempat ini daripada pembeli jenis satuan untuk dipergunakan secara pribadi,” katanya, ketika ditemui okezone di Jalan Saharjo, Rabu, (21/3/2012).

Tri menjelaskan, strategi penjual untuk membuat barang yang tadinya bekas tiba-tiba disulap menjadi barang baru merupakan siasat yang menguntungkan karena biaya memperbaiki tidaklah terlalu besar. Namun, tidak selamanya barang-barang yang datang dalam keadaan baik.

“Bahkan pernah juga barang yang sudah tidak utuh lagi, untuk itu diperlukan reparasi agar tampak baru untuk dapat dijual kembali dengan harga yang lumayan,” tuturnya.

Sedangkan menurut Helmi, pemilik Indra Furnitur, yang melayani jual beli dan perbaikan, berbicara soal harga pastinya tempat ini lebih bersahabat daripada tempat lain. Biarpun bekas, katanya, nampak seperti baru dan kualitasnya terjamin. Dia mencontohkan, kursi biasa untuk kantor dipatok mulai dari yang termurah Rp150.000 sampai Rp 300.000 tergantung merek barang.

“Kebanyakan yang datang ke sini datang untuk mencari kursi dan bila membeli sekalian dengan lemari. Karena mereka melihat di sini juga jual lemari kantor terbuat dari besi dan meja brankas. Masalah harga relative, tapi kalau lemari tidak bisa kasih harga mahal-mahal soalnya barang yang satu ini agak sulit lakunya,” ujarnya.

Helmi menambahkan, biasanya setelah diperbaiki, kursi-kursi tersebut langsung dibungkus dengan plastik. “Pelapis kursi-kursi ini berguna agar tidak kotor saat dipajang maupun agar terlihat baru saat dijajakan di pinggir jalan,” jelasnya.

Di lokasi ini tidak hanya bisa kita temui kursi-kursi untuk kebutuhan formal kantor saja melainkan kursi untuk kebutuhan lain juga ada, contoh kursi panjang yang biasa kita lihat di kafe, kursi lipat untuk pelajar atau mahasiswa, dan bangku taman yang terbuat dari besi juga tidak kalah menghiasi kios-kios di Jalan Saharjo ini.

Sementara itu, Djaka Septiadi (39), salah seorang pembeli mengungkapkan, barang-barang yang di jual disini berkualitas bagus, setidaknya menyerupai barang baru meskipun barang bekas.

“Karena barang bekas disamping murah dan kualitas semakin baik saja, hal itu yang selalu diperjuangkan oleh pedagang-pedagang di sini agar barang-barangnya tetap terjaga kualitasnya,” tutupnya. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kuatkan Bahari, Menteri Pariwisata Gandeng Angkatan Laut