Indikasi Anda Alami Infertilitas (II-Habis)

Sabtu, 24 Maret 2012 - 20:45 wib | Gustia Martha Putri - Okezone

Aksi pasangan di ranjang (Foto: Corbis)

Indikasi Anda Alami Infertilitas (II-Habis)
JIKA Anda sudah menjalani pernikahan selama enam bulan dan aktif berhubungan intim tanpa pengaman tetapi belum juga hamil, Anda patut waspada akan adanya masalah infertilitas. Pasalnya, sebagian besar pasangan menunggu paling lama enam bulan.
 
Banyak faktor yang menyebabkan Anda dan suami belum juga memiliki momongan meski telah lama menikah dan terus berusaha untuk itu. Selain masalah usia, ada beberapa faktor penyebab lainnya. Segera lakukan pengecekan ke dokter yang ahli di bidangnya untuk mendapatkan kepastian mengenai kesehatan kesuburan, baik pada Anda maupun suami.

Berikut beberapa tanda yang patut Anda jadikan indikator dan curiga adanya infertilitas dalam hubungan Anda dan suami, sebagaimana dilansir Boldsky, Sabtu (24/3/2012).
 
Ketika Anda dapatkan hasil positif palsu
 
Anda melakukan tes kehamilan, lalu mendapatkan hasil positif tetapi kemudian Anda kembali menstruasi selang beberapa hari. Itu berarti Anda akan melalui kehamilan kimia. Sebuah kehamilan kimia adalah situasi kemudian semua gejala kehamilan ada, tetapi kehamilan tidak terjadi. Hal ini sebagian besar karena masalah genetik sehingga Anda perlu berkonsuktasi kepada seorang ahli di bidang tersebut.
 
Anda memiliki sejarah mengalami gangguan
 
Jika Anda menderita gangguan serius seperti kista ovarium atau kanker payudara, maka Anda perlu mulai khawatir setelah tes kehamilan keempat atau kelima Anda gagal. Penyakit ini secara substansial memengaruhi kesempatan Anda untuk tidak mendapatkan hamil.
 
Jika Anda dan suami perokok
 
Merokok adalah salah satu penyebab utama infertilitas pada pria. Jika suami Anda seorang perokok berat, maka ada kemungkinan besar Anda tidak kunjung hamil karena itu. Ajak suami untuk melakukan tes analisis sperma untuk dapat dilihat beberapa statistik vital seperti jumlah sperma dan motilitas.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Ditantang Kendalikan Liberalisasi Kesehatan