Mengapa Anak Sekarang Mudah Gemuk?

|

Gustia Martha Putri - Okezone

Miliki anak gemuk (Foto: Corbis)

Mengapa Anak Sekarang Mudah Gemuk?
GEMUK pada anak-anak tak selamanya membuat mereka tampak menggemaskan. Sebagai orangtua, Anda perlu waspada dengan kegemukan yang mudah dialami anak-anak zaman sekarang. Bisa jadi, di balik obesitas tersebut terselip banyak penyakit.
 
Kegemukan yang banyak terjadi, khususnya di Indonesia, sedikit banyak dipengaruhi modernisasi dan baratisasi. Tak dipungkiri, kemajuan teknologi mempermudah aktivitas manusia yang berujung sifat memanjakan. Imbasnya, gerak manusia pun terminimalisir. Padahal, kurangnya aktivitas gerak merupakan salah satu penyebab banyak orang mengidap masalah kegemukan.
 
Gaya baratisasi atau gaya hidup kebarat-baratan, kini sudah menjadi bagian hidup bangsa Timur, tak terkecuali di Indonesia. Bukan saja dalam kehidupan secara umum, tapi juga menyoal kebiasaan makan.
 
"Generasi sekarang cenderung memilih menu Barat (baratisasi). Mereka kebanyakan mengkonsumsi menu Barat yang cenderung lebih banyak lemak dan protein, seperti steak, burger, ayam goreng, pizza, kurang sayur dan buah. Maka, risiko anak sekarang terkena penyakit kelebihan lemak, kekurangan serat sama dengan yang dialami orang Barat," tutur Dr Handrawan Nadesul dalam bukunya "Jurus Sehat Tanpa Ongkos".
 
Padahal, lanjutnya, sebagian besar kalori tubuh sesuai ilmu gizi diperoleh dari nasi atau ubi, sagu dan jagung. Sisanya diperoleh dari protein dan lemak, tetapi tidak demikian dengan menu makanan orang Barat.
 
"Menu orang Barat kebalikannya. Sebagian besar dari lemak dan protein, sebagian kecil dari karbohidrat seperti kentang dan roti. Menu steak tidak menyehatkan karena lebih besar porsi protein dan lemak, serta sedikit karbohidrat biasanya disisipkan beberapa kentang," katanya.
 
Menu makan yang lebih banyak mengandung lemak dan protein dijelaskan dokter yang sudah mulai menulis buku sejak 1972 ini memiliki perbedaan pada kodrat pencernaan manusia pada awalnya.
 
"Kodrat pencernaan manusia menerima lebih banyak menu karbohidrat ketimbang menu berlemak dan berprotein. Intinya, menu harian didominasi karbohidrat yang bisa berasal dari jagung, sagu, ubi, selain nasi," tutupnya. (ind)
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Hamil Lagi, Marcella Zalianty Tunda ASI Eksklusif