Mual & Muntah Saat Hamil Muda? Ini Solusinya

|

Restika Ayu Prasasty - Okezone

Redakan morning sickness dengan teh jahe hangat (Corbis)

Mual & Muntah Saat Hamil Muda? Ini Solusinya
MUAL dan muntah menjadi gejala yang mengganggu di pagi hari. Siasati dengan trik berikut agar gangguan tersebut tak lagi menghambat hari-hari Anda.
 
Mual dan muntah di pagi hari ketika hamil alias morning sickness tentu tidak mengenakkan. Morning sickness disebabkan meningkatnya jumlah hormon estrogen dan progesteron yang diproduksi oleh ovarium pada awal kehamilan.

Naiknya tingkat hormon menyebabkan sel sekretorik di perut dimana dapat meningkatkan asam lambung. Pada saat yang sama, usus melambatkan kemampuannya untuk mengosongkan isi perut. Hal inilah yang menyebabkan rasa mual dan muntah.

Gejala morning sickness bisa terjadi tidak hanya di pagi hari, tapi juga seharian penuh. Biasanya, gejala ini dialami wanita hamil pada trimester pertama kehamilan, tapi ada juga yang mengalaminya selama sembilan bulan penuh. Untuk meminimalisir mual dan muntah, berikut ini tip-tip yang membantu Anda mengurangi morning sickness ketika hamil, seperti dilansir Babble.

- Makan roti atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur

- Bangun dari tempat tidur secara perlahan-lahan

- Konsumsi yoghurt, keju cottage, jus atau susu sebelum Anda tidur atau bangun tidur

- Rajin makan dan ngemil. Jangan biarkan perut Anda tetap kosong terlalu lama.

- Makan permen herbal seperti mint atau jahe

- Pijat untuk membantu meringankan mual dan muntah

- Minum air jahe

- Hindari makan makanan berminyak atau digoreng karena sulit untuk dicerna

- Hindari makanan pedas dan berbumbu tajam

- Minum minuman berkarbonasi ketika Anda sedang merasa mual

- Hirup udara segar. Buka jendela dan pintu rumah, berjalan-jalan, gunakan exhaust fan atau ambil napas dalam-dalam

- Minum air 30-45 menit setelah makan makanan padat

- Jika sulit meminum air, mengemut es dapat menjadi pilihan

- Mengendus aroma segar, seperti lemon. (ind)
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rematik Ganas Bisa Disembuhkan, Asalkan?