Ini Dia Diet Tanpa Menyiksa

|

SINDO -

Atur pola makan (Foto: Corbis)

Ini Dia Diet Tanpa Menyiksa
TUBUH ramping memang dambaan semua wanita. Namun, berlapar-lapar bukanlah solusi tepat untuk mendapatkannya. Lagi pula siapa bilang diet harus menyiksa?
 
Pain for beauty rasanya sudah menjadi pepatah umum bagi wanita. Fenomena rela menderita demi kecantikan ini tak hanya berkisar menahan pegal dan rela kram saat mengenakan sepatu hak tinggi, juga sudah meluas ke berbagai tindakan operatif untuk mendapatkan penampilan sempurna sesuai standar sosial yang berlaku.
 
Namun, sejak era Ratu Cleopatra hingga masa wanita urban sekarang ini,diet demi tubuh ramping merupakan contoh pain for beauty yang tak lekang digerus waktu. Seiring waktu berjalan, cara diet pun ikut berevolusi. Dari membatasi diri terhadap makanan dengan hanya mengonsumsi sayur, buah, dan ikan segar ala Cleopatra, rutin meminum ramuan teh herbal layaknya putriputri China hingga diet rendah karbohidrat yang kini menjadi favorit wanita urban, baik untuk menurunkan berat badan maupun mempertahankannya.
 
Apa yang menjadikan diet rendah karbohidrat sebagai solusi tepat mendapatkan tubuh ramping? Ambil contoh diet Atkins, yang termasuk salah satu varian diet rendah karbohidrat. Dr Robert Atkins, sang penggagas, dalam bukunya mengatakan bahwa diet yang disebutnya sebagai Atkins Nutritional Approach adalah sebuah revolusi dalam menurunkan berat badan tanpa menyiksa diri dengan berlapar-lapar.
 
“Dr Atkins melakukan riset dari jurnal-jurnal kesehatan dan menemukan bahwa diet rendah karbohidrat merupakan solusi tepat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus merasa tersiksa akibat rasa lapar yang terus-menerus. Diet ini bukan rekayasa, bahkan lebih seperti panduan nutrisi untuk tubuh yang lebih sehat,” ujar Direktur Riset dan Pengembangan Atkins Nutritionals Collette Heimowitz.
 
Diet rendah karbohidrat, seperti halnya diet Atkins, sebenarnya merupakan kombinasi antara pembatasan asupan karbohidrat dan peningkatan konsumsi protein serta lemak, baik nabati maupun hewani.
 
Adapun yang membuat diet rendah karbohidrat menjadi populer, tentu karena keberhasilannya yang tinggi dalam mengatasi berat badan berlebih. Selain itu diet tersebut membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengurasi risiko diabetes, dan mencegah serangan jantung.
 
Lalu, bagaimana cara kerja diet rendah karbohidrat sebenarnya? Heimowitz menjelaskan bahwa diet rendah karbohidrat menstimulasi metabolisme tubuh untuk membakar lebih banyak cadangan lemak karena asupan karbohidrat yang rendah.
 
“Apa yang kita makan sehari-hari kebanyakan merupakan karbohidrat kompleks,seperti nasi,roti,pasta,juga junk food,” sebut Heimowitz.
 
Karbohidrat yang pada dasarnya mengandung glukosa merupakan sumber energi yang paling mudah diuraikan tubuh ketimbang protein atau lemak yang material dasarnya asam amino dan asam lemak. Karbohidrat membutuhkan waktu urai empat jam.
 
Sementara protein dan lemak membutuhkan waktu 6 jam untuk tercerna. Hal itu juga membuat mereka yang mengonsumsi lebih banyak karbohidrat menjadi lebih cepat lapar. Dengan diet rendah karbohidrat, asupan karbohidrat kompleks akan dikurangi, sehingga tubuh akan terprovokasi untuk memproduksi energi melalui cadangan lemak yang kerap “tersimpan” di perut, lengan, serta paha. Inilah yang membuat diet rendah karbohidrat efektif dalam menurunkan berat badan.
 
Diet rendah karbohidrat juga tidak berarti melarang asupan karbohidrat sama sekali. Heimowitz menyebutkan asupan karbohidrat maksimal dalam diet rendah karbohidrat adalah 20%.
 
“Karena tubuh tetap membutuhkan karbohidrat untuk beraktivitas,” sebut Heimowitz.
 
Lebih lanjut, Heimowitz menjelaskan bahwa rasa lapar dan lemas akibat kurangnya asupan karbohidrat tidak akan terbentuk karena tergantikan oleh asupan protein dan lemak yang lebih tinggi.
 
“Protein dan lemak membutuhkan waktu lebih banyak untuk tercerna secara sempurna. Karena itu, rasa lapar pun akan tertahan,” paparnya, sembari menjelaskan mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar hanya akan meningkatkan berat badan, karena sisa metabolisme karbohidrat akan tersimpan dalam bentuk lemak.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ejakulasi Dini Penyebab Terbesar Diabetes