Aura Misteri Kawah Ratu di Gunung Salak

|

Mutya Hanifah - Okezone

Kawah Ratu, Gunung Salak (Foto: wisatagunungindonesia.wordpress)

Aura Misteri Kawah Ratu di Gunung Salak
PESAWAT komersial Sukhoi Superjet-100 hilang di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat,  Rabu 9 Mei 2012. Sebelumnya, warga setempat sempat melihat pesawat melintas di atas Kawah Ratu. Ada apa di Kawah Ratu?

Kini, bangkai pesawat Sukhoi Superjet-100 ditemukan di lereng Gunung Salak, tepatnya dekat Desa Cidahu. Kawah Ratu menjadi salah satu kawasan Gunung Salak yang sedang ramai dibicarakan.

Kawah Ratu berada di ketinggian 1. 338 meter dpl. Kawah Ratu dapat di tempuh dengan berjalan kaki selama 3. Dengan rute yang terbilang mudah, Anda akan dapat menemui banyak tanaman kantong semar dan anggrek hutan selama perjalaan.

Suasana hutan tropis begitu kental terasa hingga banyak satwa, seperti elang jawa, matoa, bahkan macan kumbang terlihat di sini. Suasana pegunungannya kental dengan nuansa petualangan, suhu udaranya mencapai 10-24 derajat Celsius dan hutan termasuk dalam golongan hutan tadah hujan karena hujan turun hampir setiap hari.

Usai melewati perjalanan panjang, tibalah di tempat pariwisata Kawah Ratu yang merupakan tempat terjadinya aktivitas geologi dari panas bumi. Ini terlihat dari cekungan dan pundakan perbukitan yang mengeluarkan belerang panas dan gas asam sulfide (H2S) berbau menyengat.

Sesekali Kawah Ratu memuncratkan belerang bercampur air hingga suaranya seperti gemuruh yang keras. Atraksi ini menimbulkan kepulan asap belerang yang dapat menutupi seluruh kawasan. Demikian seperti dikutip dari situs Explorebogor.

Tidak hanya daya tarik kawah belerang yang ditawarkan kawasan wisata Kawah Ratu yang berada dalam naungan Taman Nasional  Halimun Gunung Salak (TNGHS). Ada piua Sungai Cikuluwung, airnya bening hingga dasar sungai terlihat kekuningan yang bercampur warna putih. Banyak wisatawan lokal memanfaatkannya untuk berendam dan melepas lelah setelah berjalan menembus hutan.

Tidak sedikit dari pengunjung memanfaatkan air sungai sebagai media pengobatan, terutama untuk mengobati penyakit kulit. Banyak juga yang mengambil belerang untuk dibawa pulang. Namun, proses pengambilan belerang tidak mudah karena belerang yang bagus letaknya tepat di lubang kawah yang sewaktu-watu dapat menyemburkan asap panas. Jika tidak ahli, akibatnya bisa fatal dan menyebabkan kematian.

Meski Kawah Ratu masih menunjukkan aktivitas geologinya, vegetasi tumbuhan di sekitarnya tidak terganggu. Ini terlihat dari beberapa tumbuhan yang hidup, seperti romogiling (Sceferra actinophylla), yang ujung daunnya berbentuk agak bulat dan hidup di sekitar kawah. Sedangkan tumbuhan yang lainnya terlihat kering kerontang karena hawa panas dari kawah tersebut.

Meski unik, fenomena alam Kawah Ratu ternyata cukup berbahaya. Pasalnya, tidak sedikit nyawa wisatawan yang pernah hilang di sana.

"Beberapa tahun lalu, saat saya sedang mengunjungi Kawah Ratu, ditemukan delapan siswa SMP tewas di dekat lokasi wisata tersebut," tutur Pandhu Wiguna (23), seorang wisatawan yang kerap mengunjungi Kawah Ratu ketika dihubungi Okezone, Kamis (10/5/2012).

Ternyata, siswa-siswa SMP tersebut meninggal karena keracunan belerang yang menguar dari Kawah Ratu. "Memang, wisatawan tidak diperbolehkan berlama-lama di Kawah Ratu. Disarankan untuk mengunjunginya pagi hari karena semakin sore bau belerang akan semakin tajam," imbuh Pandhu.

Kawah Ratu juga dikenal sebagai tempat penuh mitos dan legenda. "Sepanjang perjalanan menuju Kawah Ratu, saya menemukan banyak sekali sesajen seperti telur ayam, uang, kopi dan kemenyan. Sepertinya, memang tempat ini dijadikan tempat keramat bagi warga sekitar," tutupnya. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    "Menteri Baru Jangan Lupakan 30 Kuliner Indonesia"