Ramuan Tradisional Atasi Alergi Kulit (I)

|

Gustia Martha Putri - Okezone

Pohon nimba (Foto: Wikipedia)

Ramuan Tradisional Atasi Alergi Kulit (I)
ALERGI kulit memang menimbulkan ketidaknyamanan. Untuk mengatasinya, ramuan tradisional dapat menjadi pilihan.
 
Penyebab alergi kulit dapat disebabkan karena berbagai faktor. Selain paparan sinar matahari, bahan pakaian yang tak nyaman, hingga makanan dapat menjadi penyebabnya. Singkatnya, alergi pada kulit merupakan reaksi hipersensitif terhadap suatu zat. Penyembuhan alergi kulit dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat, salah satunya memberikan pengobatan alami berikut ini, seperti dilansir Boldsky.
 
Air
 
Minumlah air sebanyak mungkin. Air merupakan obat alami untuk alergi kulit. Air mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan membersihkan sistem di dalamnya. Air juga mengencerkan sekresi dan menyembuhkan alergi kulit.
 
Lemon
 
Peras beberapa buah lemon hingga terkumpul air sarinya. Gunakan kapas agar air sari lemon meresap ke kapas. Lalu oleskan pada kulit yang alergi. Selain itu, campurkan air sari lemon dengan minyak kelapa lalu oleskan pada kulit yang alergi dan biarkan semalaman.
 
Pasta daun nimba
 
Pohon nimba bagi masyarakat Indonesia umumnya masih dikenal hanya sebagai pohon peneduh yang banyak berada di pinggir-pinggir jalan. Karena itu, manfaat utama tanaman ini banyak dirasa bagi kita para pejalan kaki dan menjadi napas bagi udara kota.
 
Padahal, ekstrak dari daun, kulit, dan bunga nimba selama ini digunakan di India untuk melawan bakteri patogen dan jamur. Cabang pohonnya pun dapat digunakan sebagai pengganti pasta gigi. Tak hanya itu, ekstrak nimba juga digunakan untuk mengontrol penyebaran malaria. 
 
Daun nimba yang mengandung anti-bakteri pun baik untuk mengatasi masalah kulit. Untuk menyembuhkan alergi kulit, rendam daun nimba selama enam hingga delapan jam dan kemudian buat pasta dari hasil rendaman itu. Oleskan pada kulit dan biarkan selama 30-45 menit. Bilas dengan air dingin. (ind)
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    "Lebih Baik Pilih Menteri Kesehatan yang Muda"