Risiko Kehamilan di Atas 40 Tahun

|

SINDO -

Ibu hamil (Foto: Corbis)

Risiko Kehamilan di Atas 40 Tahun
HAMIL pada usia 40 tahun ke atas terbilang rawan. Meski demikian, jika Anda tetap bersikukuh ingin tetap hamil di usia tersebut, Anda harus merencanakan program kesehatan yang matang.

Baru-baru ini, penelitian membuktikan bahwa dengan mempertahankan berat badan yang stabil sebelum hamil, dapat meminimalkan risiko yang dapat membahayakan kesehatan, baik bagi ibu maupun sang jabang bayi kelak.

“Jika Anda dalam keadaan yang sehat, dengan usia lebih dari 40 tahun dan tidak obesitas, maka risiko komplikasi kehamilan dapat dikurangi. Dalam arti, ibu dengan berat badan yang seimbang memiliki risiko komplikasi kehamilan yang lebih kecil ketimbang ibu yang obesitas,” kata peneliti John R Barton MD, yang menjabat sebagai direktur Maternal-Fetal di Central Baptist Hospital in Lexington, Ky, Amerika Serikat, seperti dilansir dari web.md.com.

John membandingkan antara wanita hamil yang menderita obesitas dan yang tidak memiliki masalah berat badan dalam studi yang dilakukannya. Respondennya meliputi sebagian wanita berusia sekitar 20 tahun dan lainnya berusia 40 tahun ke atas. Disebutkan John, wanita yang obesitas dengan usia yang tidak lagi muda memiliki isu kesehatan daripada mereka yang juga berusia lanjut,namun dengan berat badan yang ideal. Penemuan ini dijabarkan John dalam pertemuan tahunan American College of Obstetricians and Gynecologists in San Diego atau perkumpulan obstetri dan ginekologis di San Diego Amerika Serikat.
 
Angka kelahiran pada wanita usia muda, dewasa ini tengah mengalami penurunan. Sebaliknya, jumlah kelahiran yang dilakukan wanita usia diatas 40 tahun mengalami peningkatan. Dari tahun 2008 sampai tahun 2009, rata-rata angka kelahiran yang dilakukan wanita usia 40-44 tahun mengalami peningkatkan hingga 3 persen menjadi 10,1 kelahiran dari 1.000 wanita. Angka ini adalah jumlah yang paling tinggi dari laporan yang pernah ada sejak tahun 1967, jika melihat usia wanitanya. John melihat data yang telah dikumpulkan dari 53.000 wanita.

Mereka diikutsertakan pada program edukasi dan risiko kehamilan yang dikordibasi oleh Alere, sebuah perusahaan diagnosa dan manajemen kesehatan, antara bulan Juli 2006 dan Agustus 2011. Dari jumlah keseluruhan, 1.231 diantaranya berada pada usia 40 tahun keatas. Dengan 228 diantaranya masuk dalam kategori obesitas. Adapun indeks masa tubuh yang digolongkan berat badan berlebih adalah 22-29,9, sedangkan angka 30 atau lebih maka termasuk obesitas.

Para wanita yang didapuk menjadi responden ini mengalami kehamilan pertama mereka dan hanya mengharapkan seorang bayi saja. Wanita dengan riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, maupun penyakit kronis lainnya tidak diikutkan dalam penelitian ini. John lalu membagi menjadi empat grup.Yakni wanita muda dengan usia 20-29 tahun dengan indeks massa tubuh 35, wanita usia lebih tua dengan penyakit obesitas kisaran usia 41 tahun dengan indeks massa tubuh 35, wanita muda tidak obesitas usia 20-29 tahun dengan indeks massa tubuh 23,dan terakhir wanita usia dewasa dengan kisaran 41 tahun dan indeks massa tubuh mendekati 24.

John menemukan kenyataan bahwa, wanita dengan usia 40 tahun ke atas yang memiliki riwayat obesitas, kebanyakan akan melahirkan bayinya sebelum memasuki usia kehamilan 37 minggu. Nah, kelahiran yang terlalu awal ini justru akan meningkatkan risiko kesehatan pada sang bayi. Wanita dengan usia 40 tahun lebih yang obesitas ini juga tiga kali lebih berisiko mengidap gestational diabetes, yaitu gula darah tinggi yang dapat meningkat selama masa kehamilan. Lebih dari 21 persen wanita yang tidak lagi muda dan mengidap obesitas, memiliki masalah penyakit tersebut. Sementara hanya 7 persen wanita dengan usia yang sama namun dengan berat badan stabil, yang mengidap gestational diabetes.

Hampir 9 persen wanita obesitas yang muda, mengidap penyakit itu selama kehamilan. Sedangkan mereka yang berusia lebih muda dan berat badan sehat, hanya 4 persen yang terkena gestational diabetes. Wanita obesitas baik datang dari usia muda maupun lebih tua, lebih memiliki risiko preeklampsia. (tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Cara Efektif Basmi Kutu Kasur