Yuk, Ramai-Ramai Gunakan Produk Lokal

K. Wahyu Utami - Okezone
Sabtu, 26 Mei 2012 12:03 wib
detail berita
Model memeragakan busana di JFFF (Foto: dok okezone)

MARAKNYA brand internasional memadati perniagaan Tanah Air memerlihatkan betapa konsumtif dan gengsinya masyarakat Indonesia dalam mengenakan fesyen. Cara terbaik untuk mengimbangi hal tersebut, masyarakat diharapkan lebih bangga menggunakan produk lokal.

Keberadaan brand-brand asing baik di kawasan mal elite hingga pasar jongkok memang membuat miris. Bahwa di negeri sendiri, produk lokal pun belum bisa menjadi ratu di antara bayang-bayang label raksasa.

Salah satu antisipasi yang dapat dilakukan, masyarakat perlu menancapkan kesadaran untuk mencintai produk lokal. Dengan mencintai, keinginan untuk menggunakan dengan sendirinya akan tumbuh.

Dina Midiani, Direktur Indonesia Fashion Week, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia terkenal dengan sifat konsumtifnya yang tinggi dan hal itulah yang menyebabkan semakin meluasnya produk asing berbondong-bondong masuk ke dalam negeri.

"Memang ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, tidak bisa dipungkiri dengan sifat masyarakat kita yang seperti itu. Namun, kita semua dapat mencoba untuk melihat lebih dalam bahwa Indonesia pun punya banyak sekali budaya yang bagus yang tak kalah dengan produk asing," tuturnya dalam Seminar Tren Forecast 2013 di gedung XXI Kelapa Gading, Jakarta, baru-baru ini.

Untuk mencapai tahap tersebut, Dina menuturkan bahwa diperlukannya pembelajaran dan proses edukasi terhadap masyarakat Indonesia. Dina sadar bahwa proses tersebut menjadi perjalanan panjang. Karenanya, para desainer diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menciptakan busana yang memberikan inovasi dengan penggunaan produk lokal. Pasalnya, jika dilihat secara kualitas bahan dan harga, produk lokal memiliki kualitas bahan yang bagus dan harga yang seimbang dengan brand asing.

"Pola itu harus dilihat dan dicermati. Jika kesadaran ini dapat dicermati dengan baik, maka Indonesia akan dapat membuat modenya sendiri untuk ke depan. Semua harus dimulai pada diri sendiri," tutupnya. (ind) (tty)

Beri komentar