Menapaki Jejak Legenda Pulau Dewata (II-Habis)

|

Pasha Ernowo - Okezone

Pura Gunung Kawi (Foto:blog.travelpod)

Menapaki Jejak Legenda Pulau Dewata (II-Habis)
BERBAGAI tempat wisata di Tanah Air memiliki cerita legenda yang menjadi hal menarik tersendiri di kalangan wisatawan. Pulau Bali adalah salah satu destinasi yang menyimpan banyak legenda di berbagai situs wisatanya.

Wisata Legenda apa saja yang dimiliki Pulau Dewata? Simak ulasan berikut, seperti dikutip dari buku Informasi Pariwisata Nusantara oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI:

Taman Ghili Kerta Gosa


Taman Ghili Kerta Gosa merupakan salah satu peninggalan Keraoin Semarapura Klungkung. Taman Ghili Kerta Gosa terdiri dari dua buah bangunan, yaitu Bale Akerta Gosa dan Bale Kambang. Bale Kambang adalah sebuah bangunan yang dikelilingi oleh kolam bernama Taman Ghili.

Kerta Gosa dan Bale Kambang berfungsi sebagai tempat pengadilan dan upacara keagamaan, terutama Yadnya atau potongan gigi (mepandas) bagi putra-putri raja. Untuk dapat mengunjungi Taman Ghili Kerta Gosa, Anda bisa datang ke Kabupaten Klungkung, Bali. Rutenya bisa melalui Denpasar-Semarpura dengan jarak sekira 40 kilometer bila ditempuh menggunakan kendaraan bermotor.

Pura Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi merupakan sebuah candi. Nama Gunung kawi secara bahasa berasal dari kata “gunung” dan “kawi”. Gunung memiliki arti sebuah “pegunungan” dan kawi memiliki arti “pahatan”. Jadi, Gunung Kawi berarti “pahatan yang terdapat di pegunungan”. Di Pura Gunung Kawi atau Candi Gunung Kawi ini terdapat abu dari Raja Anak Wungsu. Di depan pintu masuk terdapat tulisan “haji lumah ing jalu”, yang artinya Sang Raja dimakamkan di Jalu. Raja yang dimakamkan di Jalu adalah, Raja Udayana, Anak Wungsu, empat permaisuri Raja, serta Perdana Menteri Raja.

Untuk dapat mengunjungi Pura Gunung Kawi, Anda bisa datang ke Kabupaten Gianyar, Tampaksiring, Bali. Rutenya dapat melalui Denpasar-Tampaksiring dengan jarak sekira 40 kilometer menggunakan kendaraan pribadi.

Pura dan Pantai Peti Tenget

Pantai Peti berada di sebelah barat Pura Peti Tenget. Pantai Peti Tenget biasa digunakan sebagai tempat untuk Melis bagi warga desa adat kerobokan, padang sambian, dan dalung pada hari Melisti atau Mekiyis. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Farishad Latjuba Hobi ke Museum