Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Getting Time...

Kiat Ajarkan Anak Sopan Santun (I)

Gita Ramadian - Okezone
Sabtu, 9 Juni 2012 06:03 wib
detail berita
Seorang ibu sedang mengajari anak-anaknya (Foto: Corbis)

DALAM era yang semakin maju, norma-norma kesopanan mulai bergeser. Namun, jangan sampai hal ini terjadi pada anak Anda.  
Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Komunikasi tidak perlu dilakukan dengan tatap muka. Telefon, e-mail, dan SMS telah menggantikan peran komunikasi yang sesungguhnya. Karenanya, mengajari anak bersopan santun pun lebih sulit daripada sebelumnya.
 
Berikut ini beberapa kiat mengajarkan anak sopan santun, seperti dikutip About.
 
“Tolong” dan “Terima Kasih”
 
Hal ini tentu saja menjadi salah satu dasar sopan santun. Saat anak tumbuh semakin besar, orangtua dapat mengajarkan anak untuk menuliskan pesan terima kasih, diutamakan untuk menggunakan pensil dan kertas. Ajarkan anak untuk berterima kasih tidak hanya untuk hadiah yang diberikan, namun juga pada orang yang telah membantu mereka. Misalnya, pelayan restoran dan pada orangtua yang telah mengantarnya ke sekolah.
 
Senada dengan kata tolong dan terima kasih ialah beberapa frase seperti, "Bolehkah saya bantu", "Baik, terima kasih," atau "bagaimana kabarmu?" demikian dijabarkan Patricia Rossi, penulis buku Everyday Etiquette.
 
Latihan menyapa
 
Mengajari anak untuk menyapa orang merupakan salah satu skill yang harus Anda lakukan. Ajarkan anak untuk menatap mata lawan bicaranya dan berjabat tangan saat bertemu orang. Cara terbaik untuk melakukannya dengan bermain peran bersama anak Anda.
 
Latih cara menerima telefon
 
Saat menerima telefon, ajarkan anak untuk mengatakan, "Bolehkah saya mengatakan pada ibu siapa yang menelefon?" daripada mengatakan, "Siapa ini?" Ingatkan pula pada anak untuk tidak berteriak saat memberi tahu ada yang menelefon, namun untuk menghampiri di mana Anda berada.
 
Bila Anda tidak ada di rumah, ajarkan anak untuk mengatakan, "Ibu sedang tidak ada, apakah ada pesan yang ingin disampaikan?" Jangan lupa untuk memberi tahu anak untuk mengonfirmasi pesan kepada penelefon dengan mengulangi pesannya lagi. (ina)
(tty)

Beri komentar

BACA JUGA ยป