MEMBERIKAN reward pada anak bukan sebuah masalah besar. Yang perlu dipertimbangkan, berilah hadiah sesuai kebutuhan dan fase usianya.
Menghujani anak dengan limpahan materi mungkin bagi sebagian orangtua menjadi pilihan. Meski demikian, Anda perlu mewaspadai akibat yang hadir di balik kemanjaan fasilitas tersebut.
Kasus terbaru yang menghebohkan terjadi pada anak Ahmad Dhani, yakni Ahmad Dhani, Ahmad Ghazali (Al) dan El Jalaludin Rumi (El) yang meminta mobil mewah sebagai hadiah kelulusan dari Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Meski diakui wajar oleh Dhani selaku orangtua, namun pemberian
reward secara berlebihan dipandang berbeda di mata psikolog. Pasalnya, pemberian
reward berlebih akan memengaruhi mental dan karakternya secara jangka panjang.
Efnie Indrianie, psikolog dari Universitas Kristen Maranatha, Bandung, mengatakan jika hal tersebut sebenarnya kurang pantas mengingat masa itu merupakan fase transisi dari anak ke remaja, di mana mereka mengadaptasi nilai-nilai yang ada di sekitar.
“Yang mengkhawatirkan, bisa jadi nantinya akan tertanam
easy money, yakni uang begitu mudah diperoleh. Efeknya, ketika dia dewasa nanti, dia akan menganggap bahwa saya tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang lebih,” tuturnya saat dihubungi
Okezone lewat telefon, Jumat (8/6/2012).
Selain merasa mendapatkan kemudahan mendapatkan uang, lebih lanjut, Efnie memaparkan bahwa nantinya secara
personality si anak akan lebih rapuh atau tidak kuat.
“Ketika sang anak dihadapkan pada tantangan suatu saat di mana dia harus berjuang lebih untuk memeroleh sesuatu, maka semangat yang dimilikinya tidak terlalu besar. Pasalnya, sebelumnya dia dapat mendapatkan sesuatu dengan mudah. Akhirnya mental menjadi rapuh atau tidak kuat menghadapi tantangan,” tutupnya.
(tty)