Pengaturan Diabetesi Minum Obat dan Insulin Saat Puasa

|

Gustia Martha Putri - Okezone

Diabetesi suntik insulin (Foto: Corbis)

Pengaturan Diabetesi Minum Obat dan Insulin Saat Puasa
DIABETESI dapat tetap melaksanakan puasa selama bulan Ramadhan asal mengetahui syarat-syaratnya. Berikut adalah pergantian jadwal minum obat dan insulin saat berpuasa.  
Puasa Ramadhan adalah menahan lapar dan haus dari terbit matahari hingga tenggelam matahari. Saat puasa, jadwal minum obat dan penyuntikan insulin harus dikelola dengan baik agar berpuasa dapat berjalan lancar dan aman.
 
"Bagi penyandang diabetes yang kadar gula darahnya terkendali baik, maka dapat menjaga stabilitas kesehatannya dengan perencanaan makan dan olahraga saja. Kelompok diabetes seperti ini, dapat berpuasa tanpa masalah, tapi tentunya dengan tetap memperhatikan pengaturan makan dan aktivitas fisiknya yakni tetap berolahraga," Dr. A.B. Wardoyo, SpPD, dalam acara Diabetes Gathering ke-27, dengan judul "Diabetesi Saat Puasa Ramadhan", di RS. Premier Bintaro, Tangerang, Sabtu (9/6/2012).
 
Jika diabetesi yang kadar gula darahnya masuk kategori terkendali dengan baik dapat berpuasa dengan aman, maka diabetesi dengan kategori berikut memerlukan pola terapi berbeda. Berikut pemaparan Dr. Wardoyo:
 
- Bagi diabetesi yang minum obat dengan dosis tunggal (sekali sehari), geserlah waktu minum obatnya, dari yang biasanya pagi menjadi saat berbuka.
 
- Diabetesi yang minum obat dengan dosis dua kali sehari (pagi dan siang, serta pagi dan malam), geser pula waktu minum obatnya. Dosis obat yang biasa diminum pagi, minumlah saat berbuka puasa, sedangkan dosis obat yang biasa diminum siang atau malam, minumlah saat makan sahur dengan dosis setengahnya.
 
- Bagi yang minum obat dengan dosis tiga kali sehari, maka dosis obat yang biasa diminum pagi dan siang, diminum bersama pada saat berbuka puasa. Sedangkan dosis obat yang biasa diminum malam, digeser ke saat makan sahur dengan dosis separuhnya.
 
- Pengguna insulin 'kerja panjang' (disuntikkan sehari sekali), misalnya Levemir dan Lantus, dapat melaksanakan puasa Ramadhan dengan pemantauan gula darah yang ketat terhadap risiko kekurangan gula darah (hipoglikemia). Suntikan insulin diberikan saat berbuka puasa.
 
- Pengguna insulin 'kerja cepat' (disuntikkan setiap kali makan), misalnya Novorapid dan Apidra, dosis insulin yang diberikan pada saat makan sahur adalah separuh dari dosis yang biasa diberikan. Sedangkan dosis insulin yang diberikan pada saat berbuka puasa sama dengan dosis yang biasa diberikan.
 
- Bagi diabetesi yang menggunakan kombinasi antara insulin kerja panjang (sehari sekali) dengan tablet obat diabetes, pengaturan minum obatnya sama dengan ketentuan diabetesi peminum obat pada paparan sebelumnya dan suntikan insulin diberikan saat berbuka puasa. (ina)
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Hindari Penuaan Dini dengan Aerobik Wajah