Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Ahmad Dhani Potensi Bentuk Karakter Sombong pada Anak

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone
Rabu, 13 Juni 2012 06:01 wib
detail berita
Ahmad Dhani bersama Al dan El (Foto: Kapanlagi)

MENGHUJANI kemewahan di usia belia menyebabkan dampak negatif bagi perkembangan anak. Salah satunya, terbentuknya karakter sombong dan menganggap rendah segala hal.
 
Memanjakan anak dengan limpahan materi pada anak sebaiknya dihindari. Selain berdampak pada perkembangannya, buah hati juga berpotensi tertular karakter negatif yang tidak baik bagi masa depannya.
 
Untuk meminimalisir hal tersebut, pemberian hadiah pada anak perlu dipertimbangkan. Tak perlu menjejali anak dengan materi berlebihan. Sebagai orangtua, Anda perlu menakar kebutuhan dan usia mereka dengan reward apa yang hendak diberikan.
 
Kasus terbaru yang menghebohkan terjadi pada anak Ahmad Dhani, Ahmad Ghazali (Al) dan El Jalaludin Rumi (El). Mereka berdua meminta mobil mewah sebagai hadiah kelulusan dari Sekolah Menengah Pertama (SMP).
 
Melihat kasus tersebut, sebenarnya kebutuhan akan mobil mewah masih dirasa berlebihan. Apalagi, anak Dhani terbilang masih belia usianya. Yang dikhawatirkan, justru imbas dari kemanjaan fasilitas yang diberikan untuk masa depannya kelak yang menjadikan anak lebih cenderung bersikap negatif.
 
Psikolog Efnie Indrianie melihat imbas dari pemberian hadiah berlebihan akan menyebabkan karakter anak yang terbentuk dari sikap easy money, yakni hadirnya sikap sombong dan menganggap rendah atau mudah segala sesuatu. Tak hanya itu, si anak juga akan terbiasa mengukur segala sesuatu dari sisi money.
 
“Hal ini sangat berisiko jika tidak dibarengi dengan pembentukan karakter yang kuat dari orangtua, baik melalui social activity, kepekaan untuk melihat kebutuhan, dan lingkungan sekitar. Jika poin itu tidak ada sama sekali, hal tersebut menjadi awal dari sikap anak menjadi angkuh,” tuturnya saat berbincang dengan Okezone melalui sambungan telefon, baru-baru ini.
 
Efnie menyarankan agar orangtua memberikan pengertian secara baik-baik pada buah hatinya.
 
“Sampaikanlah filosofis hidup dalam situasi santai atau dalam masa quality time. Informasikan pada mereka bahwa pemberian tersebut merupakan bagian dari rezeki dan anugerah dari Tuhan, sehingga pengertian itu akan mendorongnya untuk tidak lupa bersyukur dan berterima kasih pada Sang Pencipta. Orangtua juga perlu mengingatkan pada anak untuk senantiasa memberi kepada mereka yang membutuhkan. Dari nilai-nilai folosofis yang ditanamkan setiap hari dan tidak menggurui, serta disampaikan dalam situasi yang santai, tanpa disadari mereka pun akan menyerap dengan sendirinya,” tutupnya.
(tty)

  • Dwi Windari » 0 Tanggapan
    Mending ajarin anak tuk berbagi, karena diluar sana masih sangat banyak orang2 yg sekedar untuk makanpun gak bisa !
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป