Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Getting Time...

Selesaikan Argumentasi dalam Hubungan dengan Cara Ini

K. Wahyu Utami - Okezone
Jum'at, 15 Juni 2012 18:11 wib
detail berita
Terlibat pertengkaran (Foto: Corbis)

KADANG-KADANG Anda merasa sangat mencintai pasangan, namun di lain waktu ingin rasanya Anda menjauh darinya. Di saat perbedaan pendapat muncul dalam sebuah hubungan, ada rasanya argumentasi tidak pernah berhenti dan berjalan sesuai dengan keinginan.  
Menurut studi terbaru, merasakan cinta dan benci merupakan perasaan yang benar-benar normal. Menurut Bonnie Eaker Weil, Ph.D, penulis buku Make Up, Don't Break Up, perdebatan dapat menjadi tanda bahwa hubungan Anda kuat dan penuh gairah, dan Anda cukup nyaman untuk mengungkapkan perasaan negatif tanpa takut kehilangan satu sama lain.
 
Namun, tiap pasangan memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan perbedaan pendapat, seperti dilaporkan Marie Claire.
 
Gunakan telinga, bukan mulut Anda

"Penelitian telah menemukan bahwa pasangan tidak bahagia karena mendengar kata putus asa berulang kali sehingga menimbulkan sikap yang tidak produktif. Mereka lebih memilih berbicara satu sama lain daripada harus berdialog," kata Benjamin Karney, Ph.D, co-director dari Relaionship Institute di University of California, Los Angeles.

Hindari kalimat sarkasme

Dalam panasnya sebuah argumen, terkadang rasa emosi yang terlepas membuat mereka hilang arah sehingga mengeluarkan kata-kata menyakitkan. Rita de Maria, Ph.D, direktur dari pendidikan hubungan di Council for Relationship Philadelphia, mengatakan bahwa setelah mendengar hinaan dari mulut dan perasaan terluka, maka argumen itu tidak akan terselesaikan.

Sebuah diskusi yang melibatkan argumentasi bertujuan untuk mencari penyelesaian masalah. Namun jika Anda membawanya terlalu pribadi, maka pencarian penyelesaian itu tidak akan selesai.

Berhenti mencoba untuk menjadi pemenang

Mungkin pertengkaran dalam percintaan, tanpa Anda sadari, salah satu dari Anda ingin keluar sebagai pemenangnya. "Orang sering terpaku pada siapa yang benar, sehingga sulit untuk menemukan solusi. Konflik dapat diselesaikan dengan cepat dan lebih berhasil bila tidak ada pihak yang merasa harus menang," kata Karney.

Ingat bahwa Anda pasangan

Anda berdua harus mengingat hal ini. Jika Anda terlibat dalam pertengkaran dan adu argumen, ada baiknya untuk menghentikan dan menemukan jawaban dari masalah tersebut dengan mengingat bahwa Anda berpasangan.
 
Pasangan harus memiliki rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Temukan jawaban dari argumen demi kepentingan bersama. (ina)
(tty)

Beri komentar

BACA JUGA ยป