Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Tersandung Masalah Sebelum Nikah, Nunung-Iyan Harus Saling Terbuka

Ainun Fika Muftiarini - Okezone
Kamis, 21 Juni 2012 18:52 wib
detail berita
Nunung OVJ (Foto: Kapanlagi)

SUDAH menjadi hal yang lumrah, setiap pasangan yang akan menikah selalu saja dihadapkan dengan masalah. Mulai dari hal yang sepele sampai dengan konflik besar yang bisa memicu dibatalkannya pernikahan.
 
Dalam perbincangan melalui telefon dengan Okezone, Kamis (21/06/2012), psikolog keluarga Dra. Emilia Naland, M.si, mengatakan bahwa masalah seperti itu memang bisa saja terjadi. Namun, seharusnya sudah ada perkenalan secara mendalam bagi tiap-tiap pasangan.
 
Sudah menjadi kewajiban bagi para pasangan yang akan menikah untuk mengetahui dengan detail, mulai dari latarbelakang, sikap masing-masing, atau hal lain mengenai pasangannya. Pasalnya, mereka akan hidup bersama, menghabiskan umur bersama-sama sehingga perlu diketahui secara mendalam bagaimana karakter pasangan tersebut.
 
Namun, jika sudah terlanjur terjadi konflik yang memicu pertengkaran besar atau sudah melibatkan keluarga dan pihak lain, maka tidak ada jalan lain untuk melakukan tindakan alternatif.
 
“Mereka harus berani tunda dulu daripada masuk dalam masalah yang lebih besar. Harus berani menanggung kerugian, baik itu material ataupun secara psikis sekalipun,” jelas Emilia.
 
Menurutnya, kerugian psikis lebih kepada kondisi pasangan yang shock, karena tidak siap akan hal itu. Namun, setidaknya mereka harus berani membuka diri. “Mau tidak mau, meski rasa kecewa dan malu pasti ada karena gagal menikah, misalnya,” jelas Emilia.
 
Contoh kasus yang menimpa selebriti Tanah Air, salah satunya Nunung “OVJ”. Menjelang pernikahannya dengan sang calon suami, Iyan Sambiran, komedian bertubuh sintal ini dihadapkan dengan permasalahan mengenai keabsahan surat cerai dengan mantan istri Iyan.
 
Diungkapkan Emilia, apabila permasalahan itu dibiarkan dan pernikahan Nunung-Iyan memang benar terjadi, nantinya bisa saja menimbulkan konflik lain setelah menikah. “Pastinya akan timbul kecurigaan satu sama lain, kecuali kalau berita itu bohong, ya tidak masalah kalau mereka melanjutkan pernikahan,” tutur Emilia.
 
Selain itu, keluarga juga memiliki peran untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. Misalnya, membantu untuk benar-benar meyakinkan apakah ini tepat atau tidak.
 
“Kalau memang benar beritanya seperti itu kan sama saja membohongi diri sendiri bahwa seolah-olah tidak ada masalah yang terjadi. Selain itu, pasti pasangan yang mengalami hal itu, tidak akan bisa tenang menjalaninya,” ucapnya.
 
Lantas, bagaimana yang seharusnya dilakukan setiap pasangan jika sudah terlanjur mendapatkan masalah sebelum pernikahan? “Yang pasti dua-duanya harus jujur, saling minta maaf, dan terbuka. Kembali lagi ke awal, perkenalannya lebih dalam, sebab dari situ bisa tahu semuanya sebelum memutuskan untuk menikah,” tutupnya. (ina)
(tty)

  • duladi » 0 Tanggapan
    Sabar ya bude Nunung berakit-rakit kehulu berenang ke tepian berskit-sakit dahulu , bersenang kemudian moga cepat beres
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.