Ingin Bahagia? Ini Rahasianya

Ainun Fika Muftiarini - Okezone
Selasa, 26 Juni 2012 11:36 wib
detail berita
Meraih kebahagiaan (Foto: Corbis)

APA yang dapat membuat hidup Anda bahagia? Kekayaan materi, kesehatan, pendidikan yang tinggi, maupun kesuksesan karier rupanya tidak menjamin seseorang menjadi bahagia.
 
Sebuah penelitian dari Universitas California menyatakan bahwa sikap saling respek dan kagum satu sama lain ternyata dapat memberikan pengaruh pada kebahagiaan seseorang daripada status sosial ekonomi atau pendidikannya. Hal ini seperti yang dilansir dari Huffington Pos.
 
“Salah satu alasan kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang karena banyak orang yang bisa dengan cepat memeroleh kekayaan atau pendapatan yang tinggi. Misalnya saja, pemenang lotre. Awalnya, mereka merasa senang, tapi kemudian mereka kembali ke level kebahagiaan sebelumnya dengan cepat,” jelas Cameron Anderson, peneliti dan ilmuwan di The Haas School of Business, the University of California, Berkeley, Amerika Serikat.
 
Para peneliti membaginya dalam empat studi yang terpisah. Di salah satu studinya, mereka mengkalkulasi status sosiometrik dari 80 pelajar yang disertakan. Kalkulasi status ini dihitung dengan memeriksa bagaimana rekan-rekan menilai responden di lingkungan sosialnya, serta bagaimana responden menilai diri mereka sendiri, termasuk posisi kepimpinan yang mereka miliki. Kondisi keuangan dan faktor lainnya juga turut dipertimbangkan. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa para responden lebih terkait dengan status sosiometrik mereka daripada kondisi sosial ekonominya.
 
Di studi lain, para peneliti mengamati para alumni yang telah meraih gelar master. Mereka mengamati sejak masih di sekolah, lalu lulus dan kemudian bagaimana kehidupan setelahnya. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa mereka semakin dihormati orang-orang di sekitar setelah lulus S2, begitu juga dengan kondisi keuangan mereka.
 
Kesimpulannya, semakin mereka dipandang terhormat, semakin besar pula penghasilan dan kebahagiaan yang dirasakan.
 
“Kami terkejut dengan temuan ini. Naik-turunnya status sosial seseorang sangat berpengaruh terhadap kebahagiaannya. Bahkan, efek ini berlangsung hingga sembilan bulan,” jelas Anderson.
 
Meski studi ini menunjukkan bahwa sikap menghormati berkorelasi dengan kebahagiaan seseorang, maka penelitian yang lain juga menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki karakter yang positif, maka mereka akan bisa dihormati oleh orang lain.
(tty)

Beri komentar

BACA JUGA ยป