BERBAGAI peraturan dalam pernikahan memang tidak sepenuhnya perlu dipatuhi. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dalam rumah tangga yang Anda jalani bersama pasangan.
Ada aturan tak tertulis tentang pernikahan bahwa Anda dan pasangan harus melakukan segala sesuatu bersama-sama, mengatasi setiap ketidaksepakatan atau permasalahan, menghabiskan setiap malam di ranjang yang sama, dan tidak pernah bosan. Mitos dan aturan pernikahan seperti ini perlu ditinggalkan karena sudah ketinggalan zaman.
Karenanya, melanggar beberapa aturan pernikahan mungkin menjadi hal terbaik yang dapat Anda dan pasangan lakukan untuk menghidupkan dan mewarnai hubungan, kata psikoterapis Barbara Bartlein, RN, MSW. Berikut ini
beberapa aturan yang dapat dilanggar, seperti dilansir
Womansday.
Jika tak ada percikan, pernikahan berakhir
Banyak pasangan menikah memahami secara intelektual bahwa mereka tidak akan selalu mengalami perasaan mabuk cinta dalam hubungan jangka panjang.
“Tapi masih banyak percaya bahwa ketika percikan cinta habis, itu berarti mereka berada dalam hubungan yang salah dan mencari sesuatu yang baru,” kata Bartlein. Hubungan jangka panjang bertahan karena komitmen dan kepercayaan yang menumbuhkan cinta.
Bosan itu buruk
Pasangan sering salah mengartikan bahwa hubungan landai-landai saja berarti Anda sudah bosan. Sebuah hubungan yang penuh drama mungkin merasa menarik, tetapi dalam jangka panjang tidak akan menjadi sehat. Bukankah lebih baik tahu di mana pasangan Anda setiap malam daripada mengira-ngira keberadaanya?
“Lebih baik memiliki pernikahan aman dan santai di mana Anda selalu dapat menyegarkan pernikahan dengan liburan dan kegiatan,” tutur Bartlein.
Anda harus berhubungan seks dengan pasangan untuk membuat dia bahagia
Hal ini mungkin merupakan masalah khusus pada perempuan, terutama ibu baru. “Seks mungkin belum menjadi hal penting dalam hidup dan Anda pikir harus melakukannya demi pernikahan dan kebahagiaan pasangan,” kata psikolog Elizabeth Lombardo, PhD. Menyelamatkan pernikahan dan membahagiakan pasangan memang tidak salah, tapi Anda juga harus memerhatikan bahwa seks juga untuk membahagiakan diri Anda sendiri.
(ind) (tty)