Pernikahan Muda Rentan Perceraian?

Sabtu, 30 Juni 2012 - 09:13 wib | K. Wahyu Utami - Okezone

Pasangan tak lagi harmonis (Foto: Corbis)

Pernikahan Muda Rentan Perceraian?
USIA muda memang rentan dengan pemikiran yang labil. Meski tidak menjadi jaminan, namun kenyataannya membina pernikahan di usia muda banyak dihantui dengan perceraian.

Miley Cyrus dan Liam Hemsworth mengumumkan jika mereka bertunangan dan akan segera menikah. Tapi dengan statistik yang mengatakan bahwa pernikahan jauh lebih baik saat usia yang bersangkutan dewasa mungkin ada benarnya. Pasalnya, usia dewasa menjadikan pemikiran mereka jauh lebih  matang sehingga pernikahan pun tak rentan perceraian.

Seperti diketahui Cyrus berusia 19 tahun dan Liam berusia 22 tahun. Usia ini merupakan fase dini untuk menempuh pernikahan. Bahkan di Amerika, usia seperti masih lekat dengan tahap bersenang-senang dan hura-hura bersama pasangan.

Meskipun pernikahan muda di Inggris telah ada sejak beberapa abad lalu dan banyak terjadi di seluruh dunia, namun waktu tepat untuk melangsungkan pernikahan sebaiknya menunggu hingga seseorang berusia 20-an atau awal 30-an, seperti dilansir Femalefirst.

Tak ditampik, stigma perceraian pada pernikahan muda begitu kuat. Sekira 2/3 dari pernikahan yang ada berakhir dengan perceraian dan orang tidak lagi malu untuk mengakui bahwa mereka telah bercerai.

Sejumlah selebriti terbukti melakukannya dan memilih perceraian untuk mengakhiri pernikahan mereka, meski usia pernikahan tersebut masih dalam hitungan hari. Hal tersebut dikarenakan mereka menyadari telah melakukan kesalahan. Ini terjadi pada Britney Spears ataupun Kim Kardashian.

Tentu saja, tidak semua pasangan yang menikah muda berakhir pada perceraian. Beberapa dari mereka tentunya masih sanggup bertahan dan membuktikan bahwa pernikahan masih memiliki kesucian di dalamnya.

Kantor Statistik Nasional Amerika menunjukkan bahwa rata-rata usia perkawinan pertama kali ialah 29 tahun untuk wanita dan 32 tahun untuk pria. Berbagai masalah dapat berkontribusi dalam hal ini, salah satunya di mana adanya sedikit tekanan bagi wanita untuk segera menikah dan menjadi ibu rumah tangga, serta hidup bersama anak yang menjadi sebuah pencapaian hidup.

Pernikahan merupakan sebuah perjalanan mahal. Belum lagi biaya kebutuhan hidup dan kebutuhan buah hati Anda. Karena itu, Anda dapat melihat mengapa pasangan memilih untuk menunda pernikahan dibandingkan harus segera melangsungkan pernikahan secepatnya.

Tidak hanya pernikahan yang mahal, proses perceraian pun memakan biaya yang tidak murah. Inilah yang ada di sebagian besar pikiran wanita dan pria zaman sekarang dalam memutuskan untuk menikah di mana mereka harus menunggu sampai benar-benar yakin bahwa orang yang Anda nikahi merupakan sosok yang tepat.

Pengertian ini menunjukkan bahwa pernikahan muda memiliki risiko yang lebih rentan terhadap perceraian. Karena usia dewasa memungkinkan pola pikir yang lebih matang dalam memutuskan untuk menikah. (tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Flores Masuk Daftar Dunia Wajib Dikunjungi di 2015