Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Ungkap Isi Otak Pria Seputar Seks (III-Habis)

Gita Ramadian - Okezone
Kamis, 5 Juli 2012 22:17 wib
detail berita
Intim dengan pasangan (Foto: Corbis)

PRIA dan seks sepertinya tidak dapat dipisahkan. Namun, benarkah bila seks hanya sekadar pemuas hasrat semata bagi pria?

Bila bicara hal seputar seks, rasanya tak lazim bila tidak menyinggung masalah pria. Pasalnya, pria dikenal sebagai penikmat seks paling utama. Tak heran bila muncul pandangan bahwa seks menjadi deretan teratas yang ada di otak pria.

Benarkah bahwa seks merupakan hal yang sangat sederhana bagi seorang pria? Berikut ini jawabannya, seperti dilansir Womans Day.

Pria menikmati seks

“Intimasi emosional mengenai kedekatan, namun guna menaikkan gairah seksual diperlukan juga jarak,” ungkap Joe Kort, Ph D, seorang psikoterapis dan seksolog.

Menanggulangi situasi seperti ini dengan membolehkan pasangan melakukan seks secara terpisah, di mana pasangan Anda bisa melakukan aktivitas seksual tanpa Anda. “Ini bukan pengkhianatan. Bagi pria, mungkin dapat membolehkan istrinya menggunakan sex toys. Bagi wanita dapat membiarkan suaminya menonton film dewasa untuk menikmati fantasinya,” tutur Dr. Kort. Semua ini dapat membantu mempertahankan keseimbangan dan kebutuhan masing-masing.

Pria dan pornografi

Menemukan pria sedang menikmati pornografi seringkali menjadi alasan istri pergi ke penasihat pernikahan. Namun, menurut Dr. Kort, sesungguhnya ini merupakan reaksi yang berlebihan. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan mengenai hal ini. Pertama, orang yang kecanduan seks hanya sebanyak empat persen dari populasi. Kedua, pengalaman seksual masa kecil berpengaruh hingga dewasa sehingga menentukan bagaimana dia terangsang.

Wanita perlu mengetahui apakah pasangannya terobsesi atau sekadar menikmati pronografi. Lihatlah apakah dia dapat melakukan seks tanpa pornografi atau tidak. Bila jawabnya iya, maka datangilah ahli di bidang tersebut.

Jika tidak, Dr Kort merekomendasikan untuk menghilangkan sisi tabu dengan mendiskusikan hal ini. Gunakan kacamata, “Apa yang membuatnya terangsang dan apa yang membuat Anda justru hilang selera.” Dengan cara tersebut, Anda dapat membangun kepercayaan, kehormatan, dan kedekatan.

Pria butuh seks, namun bukan alasan yang Anda pikir

Seringkali pria dituduh sebagai mahluk yang tak dapat terpisah dari seks, namun wanita harus memikirkan ulang hal ini. “Pria memandang seks sebagai sebuah perayaan,” kata psikolog Melodie Schaefer, PsyD.

“Kita menjalani hidup yang penuh perubahan, tantangan, dan tekanan. Semua itu menguras energi, waktu, kesenangan, dan kenikmatan yang ditawarkan seks.”

Namun, bila Anda masih tidak dapat menerimanya, maka Anda dapat melihat seks dari segi keuntungannya pada kesehatan. Orgasme melepaskan hormon oksitosin yang disebut sebagai “hormon cinta” yang dapat membuat pasangan menjadi semakin dekat, menghilangkan stres, menurunkan tekanan darah, dan mempercepat penyembuhan. (ina)
(tty)

Beri komentar

BACA JUGA ยป