Inilah Risiko Kehamilan di Atas Usia 35 Tahun (I)

Senin, 9 Juli 2012 - 00:11 wib | Gita Ramadian - Okezone

Wanita hamil (Foto: Corbis)

Inilah Risiko Kehamilan di Atas Usia 35 Tahun (I)
KEINGINAN untuk memilki buah hati terkadang tidak mengenal usia. Namun, saat Anda berusia di atas 35 tahun, kenalilah risiko yang mungkin timbul karena keinginan tersebut.

Saat wanita mengandung di atas usia 35 tahun, sederet faktor berbahaya menjadi risiko yang menghantui. Meski demikian, tak sedikit yang berhasil melahirkan bayi yang sehat dan normal dengan kehamilan di usia rawan tersebut. Walau kenyataannya banyak yang berhasil, Anda pun tetap perlu memertimbangkan risiko yang mungkin muncul. Berikut ini beberapa risiko kehamilan di atas usia 35 tahun, seperti dilansir Mayo Clinic.

Lebih lama untuk hamil

Wanita terlahir dengan jumlah sel telur yang terbatas. Saat Anda mencapai usia 30 tahun, kualitas sel telur tersebut mulai berkurang. Proses ovulasi juga semakin berkurang, meski Anda masih mengalami haid. Sel telur pada wanita yang usianya lebih tua juga tidak mudah dibuahi seperti halnya pada wanita usia muda. Apakah ini berarti Anda tidak dapat memiliki anak? Tentu tidak.

Jika Anda berusia lebih dari 35 tahun dan masih kesulitan hamil meski telah enam bulan mencoba, sebaiknya perikasa kondisi kesehatan Anda.

Kemungkinan kembar

Kemungkinan memiliki anak kembar meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Teknologi pendukung kehamilan, misalnya bayi tabung juga dapat berperan. Prosedur ini biasanya sangat membantu proses ovulasi, semakin tinggi pula kemungkinan untuk memiliki anak kembar dua atau lebih.

Kemungkinan terkena diabetes gestasional

Jenis diabetes ini biasanya terjadi hanya pada masa kehamilan. Mengendalikan gula darah melalui diet, aktifitas fisik, dan gaya hidup sangat berperan untuk menghindari terjadinya gangguan ini. Medikasi juga terkadang dibutuhkan. Diabetes gestasional yang tidak ditanggulangi dapat menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar, sehingga menyebabkan sakit yang berlebih saat melahirkan. (ind)
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menkes di era Jokowi, Tak Harus Profesi Dokter