Tampilan Cagub & Cawagub Jakarta Dinilai Kurang Elegan

Rabu, 11 Juli 2012 - 10:53 wib | Ainun Fika Muftiarini - Okezone

Tampilan Cagub & Cawagub Jakarta Dinilai Kurang Elegan Jokowi-Ahok (Foto: lensaindonesia.com) MESKI tampil dengan ciri khas masing-masing dalam berbusana, pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dinilai kurang elegan. Apa pasal?

Ada yang menarik dari tampilan pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta. Selain mengampanyekan program kerja, mereka juga menampilkan ciri khas masing-masing dengan mengusung busana tertentu.

Sayangnya, busana yang sejatinya merupakan ciri dari para calon tersebut, justru tidak sesuai dengan realita sesungguhnya. Hasilnya, penampilan yang diusung pun terkesan tidak pada tempatnya.  Hal tersebut seperti yang dikatakan pengamat mode dan gaya hidup Sonny Muchlison.

Menurut Sonny, tidak semestinya pasangan cagub dan cawagub DKI membuat promo yang gegabah. Seperti yang terlihat pada pasangan Hidayat Nurwahid dan Didik Rachbini. Dengan batik Jakarta, mereka sengaja membuat satu terobosan baru untuk mengenalkan bahwa Jakarta juga memiliki batik seperti beberapa daerah lain.

Batik Jakarta memang memiliki motif yang menggambarkan suasana Jakarta dengan bangunan pencakar langit dan Monas. Warna dari batik Jakarta juga terinspirasi dari tim kesebelasan Jakmania yang merupakan tim kebanggaan warga Jakarta. Meski demikian, hal tersebut dinilai kurang pas.

"Cara membuat promonya gegabah karena tidak detail. Betawi tidak identik dengan bola dan Monas, atau gedung pencakar langit itu bukan simbol Jakarta. Monas itu kan singkatannya Monumen Nasional, jadi ya itu milik bangsa Indonesia, bukan cuma Jakarta. Itu bukan ikon Betawi, sedangkan batik itu kan ada filosofinya," tutur Sonny kepada Okezone melalui sambungan telefon, Selasa, 10 Juli 2012.

Sementara itu, melihat gaya pakaian Fauzi Bowo dan pasangannya, Sonny menilai kalau tema mereka memang lebih mengglobal dan bersifat urban.

Penampilan kurang pas juga ditemukan pada pasangan Joko Widodo dan Ahok yang dinilai Sonny justru tidak mencerminkan sisi Indonesia.

"Dengan baju kotak-kotaknya, justru dia itu lebih American style, terlalu banyak simbol. Kalau motif seperti itu juga biasanya dipakai masyarakat Skotlandia namanya tartan, tapi dia enggak jelas juga. Konsepnya kurang ditata mau kemana sebenarnya,” kritik Sonny.

Sementara itu, pasangan Hendardji-A Riza Patria juga dinilai lebih kuno dalam berpenampilan. Pasangan ini memiliki ciri khas dengan baju koko dan sarung yang dijadikan syal dengan peci yang dipakai di kepala menunjukkan kekhasan Betawi. Namun, menurut pengamat gaya ini, pasangan tersebut justru menunjukkan kemunduran berbusana.

"Malah mundur, gimmick-nya sudah ketinggalan zaman. Dulu pas zaman Sutiyoso juga sudah pakai begitu,” selorohnya.

Bagi Sonny, penampilan pasangan cagub dan cawagub yang akan ditentukan dalam pemilihan hari ini, intinya harus memiliki sisi elegan dan harus memiliki pride and dignity.

"Uniform itu kan sebagai bendera yang menunjukkan kharisma mereka bukan fenomenal," kata Sonny.

Menurutnya, misalkan mereka ingin menampilkan fesyen yang berciri khas Jakarta, maka harus ada motif yang melambangkan keragaman.

Sonny juga menuturkan kalau ingin merasa dekat dengan rakyat, tidak harus ditunjukkan dengan pakaian mereka. "Being casual itu bukan berarti bisa dekat ke rakyat. Toh nantinya mereka juga dapat seragam kalau sudah jadi gubernur dan wakil. Jadi, lebih ditonjolkan attitude dan manner saja, itu yang lebih penting," tutupnya. (ind) (tty)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »