9 Trik Hindari Risiko Ledakan Gas Elpiji

|

Johan Sompotan - Okezone

(Foto: Getty Images)

9 Trik Hindari Risiko Ledakan Gas Elpiji
KETIKA memasak, bukan hanya bahan-bahan makanan yang harus diperhatikan. Tabung gas (:baca elpiji/LPG) juga harus diutamakan agar tidak membahayakan bagi diri dan orang lain.
 
Memilih gas elpiji bukanlah perkara mudah, apalagi hampir semua gas yang dijual memiliki kesamaan. Kesulitan tentu akan Anda temui ketika memilih gas elpiji berkualitas terbaik, dengan maksud mencegah risiko ledakan.
 
Mari simak beberapa cara menghindari risiko ledakan gas elpiji, seperti diungkapkan Presiden Direktur PT Total Multi Anugrah Siauw Tjung Ming dalam rilisnya kepada diterima Okezone, berikut ini:
 
1. Gunakan regulator standar SNI yang diperkuat dengan tiga stopper untuk mencegah kebocoran berlebih hingga menimbulkan bahaya ledakan. Stopper adalah sebuah alat yang bisa membuat gas berhenti.
 
2. Jika tidak menggunakan kompor dalam waktu lama sementara gas masih ada, sebaiknya gunakan klep regulator ditutup. Klep regulator adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengunci tabung gas ke regulator.
 
3. Selalu bersihkan kompor, selang, dan regulator sambil memeriksa kondisi selang. Bila terdapat retakan, karat, atau berupa endapan dikarenakan sudah melampaui ambang batas tertentu, sebaiknya diganti.
 
4. Ganti regulator dan selang secara periodic, terlebih bila pemakaian sudah dua tahun.
 
5. Ketika membeli gas, sebaiknya tanyakan tanggal pemakaiannya. Jangan beli gas yang sudah melewati tanggal pemakaian.
 
6. Perhatikan kondisi fisik dari tabung gas yang akan dibeli. Apabila ada karat atau kerusakan lain yang mencurigakan, terlebih sudah 30 persen pada dinding tabung, sebaiknya tidak usah dibeli.
 
7. Perhatikan tabung gas, adakah logo SNI, Pertamina, dan Depnaker? Apakah masa layak pakainya masih panjang atau tidak? Bila tidak ada keterangan tersebut, tanyakan kepada penjualnya. Selanjutnya, tabung gas elpiji harus selalu disegel yang menutupi valve tabung dengan sempurna tanpa ada sedikit udara yang masuk.
 
8. Kompor gas sebaiknya diletakkan di dapur yang memiliki jendela atau ventilasi udara dengan baik. Tujuannya, menghindari kebocoran sehingga gas dapat segera keluar dan tidak terperangkap di dalam dapur karena sangat berbahaya bila terkena api. Kompor gas juga sebaiknya diletakkan jauh dari aliran listrik, dimana percikan api pada sakelar maupun motor listrik dengan mudah menyambar jika terjadi kebocoran.
 
9. Ketika pulang bepergian, jangan menyalakan lampu atau alat listrik. Buka pintu atau jendela agar udara di dalam ruangan dapat mengalir keluar karena banyak kasus meledaknya tabung gas elpiji akibat kebocoran dalam waktu lama sehingga gas tidak dapat keluar.
(ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Gula Sachet Tak Sehat!