"Menjual" Surga Kecil, Pembangunan Bandara Toraja Dikebut

|

SINDO -

Rumah adat salah satu kekayaan pariwisata Tana Toraja (Foto: kula-bagaslicious.blogspot)

RANTEPAO – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo meminta pembangunan bandara bertaraf internasional di Kabupaten Tana Toraja dipercepat. Desakan itu diungkapkan Syahrul saat melakukan safari Ramadan di Tana Toraja dan Toraja Utara akhir pekan lalu.

“Pembangunan bandara baru di Toraja harus segera diselesaikan. Saya ingin melihat pesawat berba dan lebar dengan kapasitas 100 orang mendarat ke Toraja,” ujarnya.

Seperti diketahui, konstruksi Bandara Toraja saat ini sedang dikerjakan. Dinas Perhubungan Sulsel menargetkan pembangunan yang berada di Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, dengan luas lahan 225 hektare dan runway dua arah sepanjang 1.900 meter.

Bandara yang bisa melayani pesawat berkapasitas 100 kursi ini ditarget akan rampung 2013 mendatang. Kehadiran bandara baru ini akan menjadi penghubung dari seluruh daerah tujuan wisata nasional ke Tana Toraja.

Selain itu, bandara ini bisa melengkapi enam bandara perintis yang telah beroperasi, yaitu di Kabupaten Selayar, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Bone, yang juga akan beroperasi tahun ini serta satu bandara perintis milik swasta di Luwu Timur.

Syahrul mengatakan, Toraja memiliki panorama alam yang indah dan keunikan budaya yang tidak dimiliki daerah lain. Potensi daerah itu menjadikan Toraja salah satu daerah tujuan wisatawan. Toraja seperti surga kecil di dunia yang diimpikan banyak orang untuk berkunjung ke Toraja.

“Persoalan pariwisata Toraja hanya satu, yakni akses transportasi. Itu yang membuat pariwisata Toraja kalah selangkah dengan pariwisata Bali,” jelasnya.

Gubernur mengatakan, pembangunan bandara baru di Kecamatan Mengkendek sebagai upaya untuk memperpendek jarak tempuh wisatawan ke Toraja. Perjalanan menggunakan transportasi dari Makassar ke Toraja atau sebaliknya ditempuh tidak lebih satu jam. Bahkan, jalur penerbangan di beberapa negara bisa langsung ke Toraja.

Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan, pihaknya berupaya menyelesaikan pembangunan bandara tepat waktu. Luas lahan yang akan dibebaskan untuk lokasi pembangunan bandara masih sekitar 140 hektare. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sea World: Ancol Harus Penuhi Hak Kami