Langkah Desainer Muslim Tanah Air Hadapi Serbuan Produk China

|

Ainun Fika Muftiarini - Okezone

Koleksi Hannie Hananto (Foto: Katon/Okezone)

Langkah Desainer Muslim Tanah Air Hadapi Serbuan Produk China
PENYELENGGARAAN Indonesia Islamic Fashion Fair tentunya membawa harapan bagi banyak pihak. Terutama untuk para pelaku industri fesyen yang harus menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan misinya menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia.
 
Menurut salah seorang desainer busana muslim Indonesia, Hannie Hananto, saat ini tantangan terbesar para pelaku industri fesyen belum maksimal dalam menggarap pasar fesyen di Tanah Air. Hal ini disebabkan karena banyaknya konsumen yang masih mengenakan produk dari luar negeri.
 
“Sudah saatnya desainer busana muslim itu menggarap pasar busana muslim yang sudah mencapai 20 juta pasar menengah, menurut data Kementerian Industri, itu termasuk jumlah yang besar sekali. Sementara negara seperti China dan Thailand melirik kami, so kami mengharapkan pemakai busana muslim tidak mengenakan atau beli produk dari negara lain,” tuturnya saat berbincang dengan Okezone dalam acara IIFF 2012 di Skenoo Hall, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2012.
 
Hannie menambahkan, untuk mewujudkan misi Indonesia menjadi kiblat fesyen harus diawali dengan bisa mencintai produk yang dihasilkan oleh anak bangsa. Untuk itu, dirinya sangat berharap pada acara IIFF agar bisa membawa perubahan yang positif bagi kelangsungan industri fesyen Tanah Air.
 
“Bagaimana kita bisa maju, bagaimana bisa mewujudkan kiblat sebagai busana muslim dunia, kalau muslimah Indonesia tidak memakai produk muslim Tanah Air. Saya mengharap banyak pada IIFF ini. Saya berpartisipasi dalam acara ini karena ingin menjadi bagian dari perubahan fesyen muslim, terutama untuk menghadapi serbuan barang dari China dan Thailand,” katanya.
 
Selain itu, pemilik label Anemone ini juga menyerukan agar para desainer bisa bersatu untuk menggarap pasar fesyen secara serius demi mewujudkan apa yang telah dicita-citakan oleh para desainer Tanah Air.
 
“Saya juga berharap semua desainer yang senior maupun junior bersatu. Kita garap industri ini dengan serius, jangan hanya sporadis, jangan hanya ecek-ecek, jangan hanya karena lagi tren. Muslim fashion is not trend, Muslim fashion is religious space, sekalian syiar busana. Ini bukan sekadar tren atau fesyen karena ini religius,” tutupnya.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Enam Manfaat Sinar Matahari bagi Tubuh