MENJALANI hubungan pernikahan akan dihadapkan pada tantangan baru dalam mengelola keuangan. Tak jarang, berbagai kesalahan pun dilakukan. Ini dia beberapa di antaranya yang sering dilakukan pasangan suami-istri.
Terbiasa hidup sendiri dan mengelola keuangan pribadi memberikan kebebasan tersendiri. Hal tersebut tentu berbeda ketika terikat dalam pernikahan di mana pengurusan keuangan menjadi kebutuhan bersama dengan pasangan.
Ketidakbiasaan itu pun tak jarang menciptakan kesalahan pengelolaan yang akhirnya berujung pada perdebatan. Untuk itu, menghindari beberapa kesalahan berikut menjadi antisipasinya, seperti dilansir Smartmoney.
Berdebat alokasi untuk investasi
Pria dan wanita tentu memiliki pemikiran berbeda, salah satunya dalam hal pengalokasikan investasi masa depan.
Berdasarkan survei dari Smartmoney menunjukkan bahwa pria lebih berani mengambil risiko keuangan dari istri mereka. Hal inilah yang kerap menimbulkan perdebatan. Untuk itu, diskusikan investasi terbaik yang akan Anda pilih bersama untuk masa depan. Anda berdua dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda. Apa pun pilihan investasi Anda, setidaknya ada simpanan untuk masa depan Anda.
Merahasiakan keuangan masing-masing
Meski menjadi pasangan suami-istri, tak jarang satu sama lain merahasiakan keuangannya masing-masing. Tak jarang, ada salah satu pasangan menemukan jika sebenarnya mereka memiliki aset besar yang disembunyikan dari istrinya.
Terlepas dari apakah ini menjadi masalah besar atau tidak, tentu tergantung pada bagaimana Anda menghadapinya. Banyak pula di luar sana yang berbohong pada diri mereka sendiri atas tagihan yang telah dikeluarkannya, misalnya berapa banyak mereka belanja atau berapa banyak mereka makan. Hal ini tidak menjadi masalah besar tergantung bagaimana Anda menyikapinya.
Tidak adanya pos keuangan darurat
Kemapanan karier dan finansial tak menjamin seseorang cerdas secara finansial. Adakalanya, mereka pun tak siap menghadapi keuangan darurat karena tidak menyiapkan pos tersebut. Tentu hal ini akan menimbulkan stres bagi pasangan. Karenanya, anggarkan dana darurat dalam keuangan Anda, minimal tiga sampai enam bulan dari biaya hidup. Ini untuk mengurangi stres ketika Anda kelak membutuhkan dana tersebut. (tty)
Sabtu, 18 Mei 2013 03:35 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 01:15 WIB
Jum'at, 17 Mei 2013 20:30 WIB