Di Busan, Menparekraf "Jual" 16 Destinasi Wisata Indonesia

Senin, 24 September 2012 - 11:48 wib | Mutya Hanifah - Okezone

Menparekraf Foto Bersama Dubes RI untuk Korea dan Manager VITO Indonesia di Busan (Foto: dok. kemeparekraf)

Di Busan, Menparekraf
DALAM rangkaian kunjungannya ke Jepang, Shanghai dan Korea, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyempatkan berkunjung ke Busan Indonesia Center (BIC). Dia ”menjual” destinasi-destinasi wisata unggulan Indonesia.

Dalam kunjungannya ke BIC, Mari Elka bertemu para pengusaha, pendidik, pejabat pemerintah daerah, dan perwakilan VITO Indonesia di Busan. Agendanya sekaligus mempromosikan destinasi wisata Indonesia.

Mari mempromosikan 16 destinasi pariwisata Indonesia yang menjadi prioritas pengembangan Kemenparekraf, antara lain Danau Toba, Kepulauan Seribu, Kota Tua Jakarta, Candi Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Danau Batur, Pulau Menjangan, Kuta, Sanur dan Nusa, Gunung Rinjani, Taman Nasional Komodo, Ende – Kelimutu, Taman Nasional Tanjung Puting, Suku Toraja di Sulawesi, Bunaken, dan Raja Ampat di Papua barat.

Korea Selatan adalah salah satu target Indonesia yang menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Pada 2012, Indonesia menerima 296.060 wisatawan asal Korea Selatan dan pada tahun berikutnya jumlah ini meningkat sebanyak 7,24 persen, seperti dikutip keterangan pers Kemenparekraf kepada Okezone, Senin (24/9/2012).

Korea adalah penyumbang wisatawan terbesar ke tujuh di Indonesia. Untuk 2012, Indonesia menetapkan target 320.000 wisatawan dari Korea. Sebagian besar wisatawan Korea memilih Bali, Jakarta, Batam, Surabaya, dan Medan sebagai tujuan wisata.

Busan dipilih sebagai lokasi Mari ”menjual” destinasi wisata Indonesia karena merupakan kota terbesar kedua di Korea, dengan populasi mencapai 15 juta. Karenanya, Busan menjadi target promosi wisata yang penting bagi Indonesia. Hal ini didukung BIC yang dihelat di Busan Utara, dengan Visit Indonesia Tourism Office, Garuda Office, and Counsellor Office di satu kawasan terpadu. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Alun-Alun di Turki Terburuk di Dunia