Tercengang oleh Bandara Incheon & Kereta Cepat Korea

|

Iman Rosidi - Sindoradio

Kereta Cepat KTX (Foto: Iman/Sindo)

Tercengang oleh Bandara Incheon & Kereta Cepat Korea
KOREA - Berlibur ke Korea Selatan, boleh jadi karena penasaran dengan berkembangnya industri pop Korea atau K-Pop dan juga Korea Drama belakangan ini. Untungnya, dapat tiket penerbangan murah yang dipesan enam bulan sebelumnya untuk bisa ke Korea Selatan.

Dengan hanya mengeluarkan kocek sekira Rp8 juta untuk dua orang, sudah dapat tiket pergi pulang, Jakarta-Seoul dan Seoul-Jakarta. Di awal September 2012, kami berdua "ber-backpacker ria" berangkat menuju ke Bandara Internasional Soekarno Hatta di Terminal 3. Setelah menunggu, tepat pukul 19.00 WIB, pesawat yang kami tumpangi tinggal landas untuk terlebih dahulu transit di Kuala Lumpur International Airport di Malaysia. Perjalanan dari Jakarta ke Kuala Lumpur memakan waktu dua jam.

Setelah tiba di Kuala Lumpur International Airport, kami transit dan menunggu dua jam untuk selanjutnya naik pesawat dengan maskapai penerbangan yang sama namun dengan kapasitas pesawat yang lebih besar, Airbus, untuk menuju ke Bandara Incheon di Korea Selatan. Dengan memakan waktu enam jam dari Kuala Lumpur, akhirnya sampai juga kami di Bandara Incheon, Korea Selatan.

"Bandara yang sangat megah," gumamku di Bandara Incheon, Korea Selatan.

Sesampainya di Bandara Incheon, kami sempat bertemu dengan tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang habis pulang kampung ke Indonesia. Salah satunya Eko berasal dari Yogyakarta. Uniknya, meski berada di negara lain, Eko tidak meninggalkan salah satu budaya Indonesia. Eko mengenakan baju lurik dengan blangkon dan hanya mengenakan bakiak untuk kembali lagi ke Korea Selatan.

“Saya habis cuti Lebaran, Mas,”kata Eko.

Eko sehari-hari bekerja di pabrik di Kota Busan dan sudah dua tahun ia bekerja di Korea Selatan ini. Menurut, enak bekerja di Korea Selatan karena dalam setahun dia bisa mengajukan cuti selama sebulan dan biasanya ketika cuti, dia pulang ke Tanah Air.

“Main-main, Mas, ke tempat saya di Busan,”ujar Eko sambil memberikan nomor telepon kepadaku, dan setelah itu kami berpisah dengan ketiga TKI tersebut.

Di Bandara Incheon ini disediakan penyewaan telefon genggam dengan harga sekira 5.000 Won per harinya. Penyewaan telpon genggam diperuntukkan bagi turis yang datang dari negara lain karena tidak bisa dengan begitu saja memiliki nomor handphone seperti halnya di Indonesia. Karena dirasa cukup mahal, akhirnya kami tidak jadi menyewa handphone, toh di Korea Selatan juga banyak disediakan telpon umum kartu yang bisa berhubungan langsung dengan keluarga di Jakarta.

Berjalan di Bandara Incheon membuat kami tercengang dengan kokohnya bangunan, dan ternyata Bandara Incheon adalah salah satu bandara terbaik di dunia. Sejumlah fasilitas tersedia di bandara ini, seperti fasilitas transportasi kereta. Namun, sesampainya di Bandara Incheon kami tidak menyadari ada transportasi kereta dalam kota yang terintegrasi dengan bandara tersebut.

Yang kami tahu, untuk menuju ke Kota Seoul yang letaknya 30 km, harus menumpang Limousine Bus dengan membayar 10.000 won per orang (1 won sama dengan Rp8,5). Oh ya, Limousine Bus ini semacam bus Damri yang ada di Bandara Soekarno Hatta, dengan berbagai nomor tujuan di kota Seoul. Jadi, jangan sampai salah naik.

Lebih dari satu jam akhirnya kami sampai di Stasiun Seoul untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Busan. Untuk ke Busan, jika menggunakan kereta biasa perjalanan memakan waktu enam jam, tapi kami lebih memilih naik KTX atau Korea Train Express kereta cepat yang dimiliki Korea. Mencoba kereta cepat dari Stasiun Seoul ke Stasiun Busan untuk menghilangkan rasa penasaran, karena di Indonesia belum ada kereta cepat begini. Dalam hati, berharap pemerintah Indonesia dapat merealisasikan kereta cepat ini.

Oh ya, untuk tiket KTX sekali jalan ke Busan, seharga 64 ribu Won per orang. Mahal memang, namun karena turis, kami memiliki keuntungan tersendiri. Pemerintah Korsel ternyata memudahkan turis yang ingin bepergian naik kereta. Mereka menyediakan KR Pass, yaitu tiket terusan kereta cepat KTX, bagi turis luar Korea. Jika harga tiket KTX seharga Rp64 ribu sekali jalan, maka dengan KR Pass, kita bisa memilih perjalanan 1 hari, 3 hari, atau 5 hari sesuai kebutuhan perjalanan, dengan harga lebih murah.

Untuk tiket 1 hari pass, kita dikenakan biaya 56 ribu Won. Karena kami merencanakan di Busan selama 3 hari 2 malam, akhirnya kami memesan KR pass 3 hari, dengan total sekira 152 ribu Won. Jauh lebih murah memang. Tiket itu ternyata berlaku untuk kembali ke Seoul. Jadi memang jauh lebih murah, kita bisa menikmati perjalanan dengan kereta cepat tersebut. Rata-rata yang menumpang kereta cepat KTX ini adalah para pebisnis yang mempunyai bisnis di Kota Busan.

Kecepatan waktu dengan KTX, dari Seoul ke Busan sekira 2  jam 44 menit dengan rata-rata kecepatan 290 km/jam. "Wow, kencang banget ini kereta," kataku sampai-sampai telinga mendengung dibuatnya karena kecepatan kereta itu. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tanggapan Regina "Idol" soal Sea World