Seluruh Bangunan Cagar Budaya Solo Dilabelisasi

|

Bramantyo - Okezone

Keraton Solo, landmark kebanggaan warga Solo (Foto: klaasstoppels)

Seluruh Bangunan Cagar Budaya Solo Dilabelisasi
SOLO - Sejumlah bangunan di Solo, Jawa Tengah, yang masuk dalam kawasan cagar budaya kini diberi label. Labelisasi ini disebut akan menambah nilai dari bangunan benda cagar budaya.

Labelisasi dibagi tiga kategori, yaitu untuk kawasan cagar budaya akan ditandai dengan tugu, gapura batas kota akan ditandai granit, sedangkan untuk bangunan atau rumah cagar budaya akan diberi label tembaga.

“Seluruh labelisasi tersebut akan menghabiskan dana sebesar Rp230 juta yang diambil dari APBD tahun 2012. Labelisasi kawasan dan bangunan cagar budaya tersebut selesai akhir tahun ini,” papar Kabid Pelestarian Kawasan dan Benda Cagar Budaya (BCB) Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Solo, Mufti Raharjo, usai sosialisasi labelisasi kawasan dan bangunan BCB di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2012).

Menurut Mufti, labelisasi tersebut dilakukan terhadap 75 obyek BCB dengan dasar SK Wali Kota Solo No 646/116/I/1997 tanggal 31 desember 1997. Dari 75 obyek BCB tersebut, sebanyak 11 obyek merupakan kawasan, 32 obyek merupakan monumen atau tugu batas kota, dan 32 obyek merupakan rumah atau bangunan BCB.

Beberapa obyek BCB yang akan diberikan label, antara lain di kawasan Keraton Surakarta, stasiun, serta bangunan-bangunan kuno, dan monumen bersejarah yang ada di Kota Solo.

“Dengan adanya labelisasi ini, akan menambah nilai dari bangunan BCB tersebut, bahkan pemilik bangunan yang masuk dalam kategori BCB akan mendapatkan sertifikat yang nantinya bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mufti mengatakan bahwa sertifikat BCB bisa membantu pengurangan biaya pajak yang harus ditanggung pemilik serta permohonan bantuan rehabilitasi untuk kawasan BCB. “Bangunan atau rumah yang masuk kategori BCB bisa dijualbelikan. Dan, dengan adanya sertifikat BCB, maka nilai jualnya akan lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Pengageng Pariwisata Keraton Kasunanan, KRMH Satryo Hadinagoro, menilai bahwa pemasangan tugu sebagai labelisasi kawasan BCB untuk kawasan Keraton Surakarta tidak perlu. Sebab sesuai Keppres No 23 tahun 1998 tentang Status Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta, wilayah keraton meliputi Masjid Agung, bangunan di Keraton dan Alun-alun. Resistensi pemasangan tugu berlaku pula di seluruh area Keraton yang dikelilingi benteng.

“Keraton tidak perlu ada labelisasi karena di dalam perundang-undangannya sudah jelas batas-batas Keraton,” pungkasnya.
(ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    92 Persen Penumpang Alami Hal Menjengkelkan di Pesawat