Libur Panjang, Situ Lengkong Panjalu Dipadati Wisatawan Ziarah

|

Ujang Marmuksinudin - Koran SI

Situ Lengkong Panjalu dipadati wisatawan peziarah (Foto: disparbudjabarprov)

Libur Panjang, Situ Lengkong Panjalu Dipadati Wisatawan Ziarah
CIAMIS - Objek wisata Situ Lengkong Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dipadati wisatawan dari berbagai daerah pada pekan liburan ini. Kebanyakan datang untuk berwisata ziarah.

Selain menyajikan keindahan panorama alam berupa hamparan luas Situ Lengkong, hutan Nusa Gede yang alami, serta udara yang sejuk, pengunjung juga bisa berwisata ziarah dengan mengunjungi makam Prabu Dipati Arya Kencana atau Borosngora. Ini adalah makam leluhur Kerajaan Galuh Panjalu yang pertama kali menyebarkan Islam di wilayah Panjalu dan Tatar Galuh Ciamis.

"Untuk menuju makam Prabu Dipati Arya Kencana, pengunjung yang datang terlebih dahulu harus menaiki perahu dayung mengelilingi Situ Lengkong Panjalu karena letak makam Boros Ngora di tengah-tengah pulau, tepatnya di tengah hutan rimba Nusa Gede," kata Mamat (52), seorang nahkoda perahu dayung Situ Lengkong Panjalu.

Menurut Mamat, kebanyakan wisatawan datang ke Situ Lengkong selain berlibur adalah berziarah. Jumlah kunjungan wisatawan paling banyak berasal dari Jawa Timur, seperti Madura.

"Selain ada yang sekadar mengunjungi Nusa Gede, ada juga wisatawan yang sengaja bermalam di kawasan Makam Prabu Dipati Arya Kencana. Selama berada di dalam kawasan, mereka mendoakan Prabu dan menjalankan rutinitas, seperti itikaf dan sholat karena di dalam dilengkapi tempat wudhu," tambah Mamat. Hanya saja, lanjut Mamat, tidak semua wisatawan berani bermalam di di Nusa Gede.

Sementara, wisatawan lain menyempatkan berkunjung ke Bumi Alit Panjalu, yaitu sejenis museum tempat menyimpan benda bersejarah peninggalan Borosngora. "Letak Bumi Alit dari Situ Lengkong Panjalu hanya berjarak sekitar 500 meter saja," tandas Mamat.

Anggi (17), nahkoda perahu dayung lain menambahkan, memasuki libur kali ini kawasan objek wisata Situ Lengkong Panjalu mulai dipadati pengunjung sejak akhir pekan lalu. Sejak memasuki masa libur, termasuk liburan sekolah ini, jumlah wisatawan meningkat drastis.

"Kalau hari biasa, paling kami hanya menarik perahu dayung satu kali. Terkadang satu hari bisa sampai tidak menarik perahu sama sekali," kata Anggi.

Sejak libur, tambah Anggi, paling sedikit dia bisa menarik sampai enam kali bahkan lebih. Perahu dayung di Panjalu ada sekira 25 unit, artinya kalau rata-rata menarik enam kali pengunjung satu hari, para nahkoda bisa mengangkut 150 kali per hari.

"Rata-rata penumpang setiap perahu berbeda-beda. Bisa mencapai 50 pengunjung, bisa lebih juga bisa kurang karena sistem sewa perahu bisa sistem borong atau sistem perorangan," terang Anggi.

Anggi menyebutkan, untuk menaiki perahu dengan sistem borong, berapapun jumlah penumpang untuk satu putaran perahu dayung disewa seharga Rp125 ribu. Sementara, sistem sewa perorangan per kepala anak atau dewasa dihitung Rp5.000.

Anggi menyebutkan, luas kawasan Situ Lengkong Panjalu Ciamis mencapai luas 60 hektare. Menurutnya, banyak hal bisa dilakukan pengunjung selama berada di tempat ini. Selain berperahu dayung, pengunjung bisa menaiki angsa genjot, memancing, dan menikmati berbagai aneka permainan air.

"Tapi, disayangkan fasilitas yang ada di Situ Lengkong Panjalu masih terbatas sehingga wisatawan hanya bisa menaiki perahu berkeliling situ dan mengunjungi makam Borosngora. Sisanya, paling wisatawan menyempatkan membeli oleh-oleh, setelah itu tidak ada lagi aktivitas lain," pungkas Anggi.

Dewi Anggraeni (29), wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk datang ke Situ Lengkong Panjalu karena kebetulan berbarengan dengan jadwal pulang kampung ke kawasan Panumbangan.

"Setiap libur, kami terbiasa mengunjungi Situ Lengkong Panjalu Ciamis. Untuk libur kali ini, jumlah kunjungan lebih padat dari libur biasanya. Selain libur akhir tahun, pengunjung juga banyak yang mampir sehabis mengikuti acara di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya," ujar Dewi. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Empat Lokasi Seram saat Halloween