Mayoritas Muslim, Wisata Syariah Indonesia Masih Ancang-Ancang

|

Adhia Azkapradhani - Okezone

Acara soft launching Pariwisata Syariah (Foto: dok. Kemenparekraf)

Mayoritas Muslim, Wisata Syariah Indonesia Masih Ancang-Ancang
JAKARTA - Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, seharusnya Indonesia dapat mengembangkan wisata syariah. Rencana Kemenparekraf di 2013 ini masih mengambil langkah ancang-ancang.

Sebuah rencana besar yang menjadi salah satu fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2013 adalah mengembangkan pariwisata syariah. Untuk mewujudkan rencana ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah.

“Walaupun tertinggal, semoga wisata syariah di Indonesia bisa berkembang dan menjadi tren. Salah satu contoh pengembangan wisata syariah adalah dengan memberikan kemudahan kepada para wisatawan Muslim. Contoh sederhana dengan menyediakan tempat ibadah yang nyaman, seperti di Thailand atau negara-negara lain,” kata Zoraida Ibrahim, Direktur Industri Pariwisata Kemenparekraf, kepada Okezone, pada acara bertajuk “Pertemuan Akhir Tahun Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata 2012" di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Zoraida, pedoman pariwisata syariah akan segera disusun. Pelayanan dan fasilitas hotel, maskapai penerbangan, hingga restoran akan disesuaikan agar tidak bertentangan dengan kaidah Islam. Dengan begitu, diharapkan anggapan miring mengenai beberapa aspek wisata akan terkikis.
Pariwisata syariah pun diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan muslim yang datang ke Indonesia.

“Kalau sekarang, hotel yang sudah menggunakan sistem syariah adalah Hotel Sofyan. Sementara itu, untuk destinasi wisata yang siap melayani wisata syariah, di antaranya adalah Lombok, Padang, Jawa Barat, Banten, dan Aceh. Tapi, itupun masih diperlukan koordinasi, baik dengan daerah setempat maupun SDM yang ada,” lanjutnya.

Setelah digelar acara peluncuran awal pariwisata syariah, maka direncanakan pada pertengahan 2013 mendatang akan digelar grand launching. “Grand launching akan dilakukan ketika memang paket, destinasi wisata, program perjalanan, agen wisata, dan sumber daya manusia sebagai pelaku industri sudah siap menyambut ini,” tutupnya. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Harapan Puteri Pariwisata 2012 pada Menparekraf Baru