Tas Klasik Tetap Dominan di 2013

Minggu, 6 Januari 2013 - 10:45 wib | SINDO -

Tas Klasik Tetap Dominan di 2013 Koleksi tas klasik (Foto: Google)

TREN tas tangan pada 2013 tetap bertahan dengan desain klasik. Gaya vintage tersebut menjadi favorit karena bisa bertahan lama dan semakin elegan.

Lihat saja koleksi terbaru yang dihadirkan Louis Vuitton. Untuk musim semi dan musim panas 2013, Marc Jacobs menghadirkan tas tangan apik yang terinspirasi dari koleksi klasik rumah mode, tepatnya Speedy, yang dirilis pertama kali pada 1932. Uniknya, Speedy merupakan tas tangan mungil pertama ciptaan Vuitton, yang sejak tahun pertama kemunculannya, terus mengulang sukses dalam hal penjualan. Karenanya, tidak heran bila di setiap musim, Jacobs selalu memutar otak guna menghadirkan sesuatu yang baru pada tas tangan seharga rata-rata Rp8 juta tersebut.
 
Tidak hanya inovasi pribadi, Jacobs bahkan tak jarang berkolaborasi dengan seniman-seniman lain untuk memberi Speedy wajah baru, yang tidak pernah gagal menggoda konsumen untuk membelinya. Sebut saja seniman grafiti Stephen Sprouse yang “mencipratkan” warna-warna neon pada Speedy atau seniman Jepang Takashi Murakami dan Yayoi Kusuma yang membalut Speedy dalam palet agresif.

Musim ini Speedy hadir dalam versi yang lebih fashionable, seperti yang terlihat menemani aktris sekaligus ikon mode Sarah Jessica Parker. Berjudul Speedy 25 Bandouliere, Jacobs menampilkan tas tangan berusia 80 tahun itu dalam napas yang lebih muda dengan detail embossdan warna permen. “Renovasi” tas tangan klasik juga merupakan strategi utama Loewe.
 
Business Development Director Loewe Clemente Hernandez-Sanchez mengatakan Loewe bukanlah label yang “berlari” mengikuti tren. Label tas tangan asal Spanyol yang telah berdiri sejak tahun 1846 itu mengombinasikan fungsi, kualitas, fashion, serta tentu saja craftmanship para pekerja kreatif yang membuat Loewe unik sebagai sebuah label.

“Kami tidak ingin menyebut label ini sebagai classic brand, tapi lebih pada timeless. Tas yang tidak akan lekang waktu meskipun musim datang dan pergi membawa gaya baru,” tuturnya.
 
“Kami tetap mempertimbangkan tren global dalam segi desain, namun tidak berarti mengubah keseluruhan desain sesuai tren. Loewe adalah label dengan tradisi dan itu yang kami pertahankan dengan sentuhan tren terbaru untuk memberikan tampilan yang lebih segar pada produk,” papar Clemente, sembari menunjukkan lini Amazona yang telah berusia 35 tahun dan terus berevolusi sesuai tren sehingga tas dengan bentuk solid tersebut tidak pernah kehilangan penggemar.

Salah satu cara Loewe membuat produknya berevolusi adalah dengan menghadirkan garis baru yang tidak mengubah bentuk, namun menampilkan sisi yang berbeda. Misalnya Ruched Napa Line yang lahir dari sisi simpel sebuah tas, namun dengan sentuhan tali serut di bagian atas sehingga membuatnya terlihat feminin.
 
Perjalanan evolutif lain juga diperlihatkan Calle Bag, tas pertama yang dirancang Stuart Vevers untuk Loewe. Calle Bag pada awalnya terinspirasi dari tas plastik yang kerap digunakan wanita untuk berbelanja dan menjadi salah satu It Bag saat awal kemunculannya, musim gugur 2008 lalu.

Pada musim panas 2009, Vevers mengembangkan Calle dengan mengeluarkan versi hobodan menghadirkannya dalam material kulit eksotis dengan ornamen emas. Sekarang ini koleksi Calle Bag lebih berkembang dengan menawarkan pilihan ukuran tas, material, dan warna-warna yang indah. Calle Bag tersedia dalam tiga ukuran dalam napa, calfskin, dan ostrich. Sementara Calle hobo tersedia dalam dua ukuran dan masih dengan material sama—ukuran terkecil menggunakan material suede.

Sementara, untuk sentuhan tren terkini, Vevers menambahkan detail yang terinspirasi dari gaya militer dan napas sportyyang diperkaya dengan ragam tekstur dari kulit yang sengaja dihadirkan deskonstruktif. Begitu juga dengan permainan material, baik rajut, kanvas, maupun plastik yang menambah variasi gaya Loewe untuk musim semi. Berbicara klasik dan simbol status, satu label yang tidak bisadilupakan adalah Hermes.
 
“Bagi banyak wanita, Birkin dan Kelly dari Hermes identik dengan kemewahan dan dengan memilikinya otomatis status sosial mereka pun ikut terangkat,” paparnya.

Rejuvinasi tas tangan klasik juga dilakukan “Sang Kaiser” Karl Lagerfeld untuk Fendi. Desainer asal Jerman itu menghadirkan koleksi kapsul guna merayakan 15 tahun tas tangan ikonik Fendi, Baguette Bag. Tidak ketinggalan sebuah buku istimewa mengenai Baguette Bag dengan deskripsi khusus dari ikon mode Sarah Jessica Parker mengenai pengaruh Baguette Bag terhadap tren mode ketika dia kerap menggunakannya di serial Sex and The City.

Sementara di Chanel, klasik sekaligus berarti mewah dibuktikan lewat koleksi Diamond Forever. Tas tangan istimewa yang dirilis Chanel pada 2007 itu bahkan termasuk dalam daftar tas paling ekstravagan versi Forbes.
 
“Semakin langka produk tersebut, maka akan semakin banyak peminatnya,” ujar Meaghan Mahoney, editor mode Daily News.
(tty)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »