''Jangan Ada Lagi Iklan, Promosi, & Sponsor Rokok''

|

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

Menkes Nafsiah Mboi (Foto: Okezone)

''Jangan Ada Lagi Iklan, Promosi, & Sponsor Rokok''
KEBERADAAN iklan, promosi hingga acara yang disponsori perusahaan rokok menjadi agenda terlarang. Tidak dipungkiri, saran tersebut menjadi gerbang awal seseorang mengenal rokok.
 
Diterbitkannya peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan menjadi landasan kuat bahwa keberadaan iklan rokok di media, promosi rokok hingga acara yang disponsori rokok tidak lagi diperkenankan.
 
Pasalnya, dalam PP tersebut diatur seputar pengendalian isi iklan serta pengendalian promosi dan sponsor.
 
"Tidak boleh ada bagi rokok cuma-cuma, tawaran diskon rokok, dan memakai logo merek rokok pada suatu kegiatan," terang Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi, SpA M.P.H di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Rabu (23/1/2013).
 
Studi penelitian di DKI Jakarta menunjukkan bahwa 99,7 persen remaja melihat ikan rokok di televisi, 86,7 persen remaja melihat iklan rokok di media luar ruang, 76,2 persen remaja melihat iklan rokok di majalah dan koran, 81 persen remaja pernah mengikuti kegiatan yang disponsori oleh industri  rokok.
 
Di Indonesia, studi penelitian menyimpulkan bahwa iklan, promosi dan sponsor rokok bisa merangsang anak untuk inisiasi merokok, mendorong perokok anak untuk tetap terus merokok, dan mendorong perokok anak yang sudah berhenti merokok untuk kembali merokok.
 
PP No. 109 tahun 2012 ini menjadi benteng untuk memproteksi generasi penerus dari ancaman tersebut.
 
Dalam hal sosialisasi yang sedang digalakkan Kemenkes, dukungan semua pihak sangatlah diharapkan, termasuk media yang memiliki pengaruh sangat besar.
 
"Mulai hari ini tidak ada iklan, sponsorship bagi-bagi rokok," tegas Menkes.
 
Ketegasan itu wajar mengingat peran medis sangat besar. Di sisi lain, bagi perusahaan rokok diberikan waktu kurang lebih hingga akhir tahun untuk mematuhi aturan tersebut.
 
"Khusus perusahaan rokok, akhir Desember 2013 ikuti ketentuan itu, kalau tidak ya kena sanksi," tutupnya.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Olahraga Mampu Kendalikan Mental Anak