Pengorbanan Cinta Sang Kuriang Berakhir Tragis

|

Adhia Azkapradhani - Okezone

Salah satu adegan drama musikal Sang Sangkuriang (Foto: Heru/Okezone)

Pengorbanan Cinta Sang Kuriang Berakhir Tragis
JAKARTA - Legenda Sang Kuriang dari Bumi Padjadjaran merupakan salah satu cerita rakyat yang populer di Indonesia. Akhir tragis terjadi pada drama musikal ini.

Kisah Sang Kuriang diangkat dari naskah musikal karya alm. Utuy Tatang Sontani. Opera musikal ini sendiri terasa sangat spesial karena didukung oleh sederet seniman, seperti Sunaryo (artistik) dan Avip Priatna (musik) bekerja sama dengan komposer Dian HP serta PSM Universitas Parahyangan yang telah menelurkan banyak prestasi di Tanah Air juga mancanegara.

Dalam pergelaran drama musikal ini, hampir semua dialognya diekspresikan dalam alunan lagu sehingga terasa lebih ekspresif. Sementara, desain artistik didominasi warna putih, dengan latar tempat lebih banyak di hutan.

Jalan cerita drama musikal Sang Kuriang disuguhkan sedikit berbeda dengan kisah aslinya. Pergelaran diawali adegan menenun oleh Dayang Sumbi (Sita Nursanti). Tak lama kemudian, Sang Kuriang (Farman Purnama) hadir dan mempertanyakan sang ayah kandung.

Dengan berat hati, Dayang Sumbi mengungkapkan kebenaran jika Si Tumang lah ayah dari Sang Kuriang. Si Tumang dalam kisah aslinya diceritakan sebagai anjing, namun dalam pergelaran ini diwujudkan sebagai sosok manusia bisu, bungkuk, dan pincang. Sang Kuriang pun terhenyak dan malu. Dia tak dapat menerima kenyataan, dan mencari cara untuk menghabisi Si Tumang.

Dalam amarah dan dendam asmara, Sang Kuriang kembali pada Dayang Sumbi. Ia pun ingin meminang wanita cantik tersebut yang nyatanya adalah ibu kandungnya sendiri. Akhir kisah yang diangkat dalam Djarum Bakti Budaya ini dibuat berbeda dengan cerita aslinya, dibuat lebih dramatis dengan adegan bunuh diri oleh Dayang Sumbi disusul Sang Kuriang. Adegan tersebut mewujudkan kisah cinta sejati Sang Kuriang yang ingin terus bersama Dayang Sumbi.

"Bagus ya, suara vokalnya terutama. Terus pas adegan Sang Kuriang yang meminang ibunya, itu terasa paling wow," kata Arin Ariyani, mahasiswa asal Jakarta.

Sementara itu, pendapat lain disampaikan oleh Arinda. "Kekuatan suara vokalnya bagus ya, tapi terlalu monoton dari lagu-lagu yang dibawakan, nadanya hampir sama. Tapi secara keseluruhan bagus," tuturnya.

Pergelaran drama musikal Sang Kuriang berdurasi 90 menit. Pertunjukan dihelat di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, mulai 1-3 Februari 2013. Setiap harinya, pertunjukan digelar dua kali, pada pukul 16.00 WIB dan 20.00 WIB. Harga tiket yang ditawarkan beragam, mulai dari Rp100 ribu-Rp1 juta.
(ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Inilah Kesukaan Charly 'Setia Band' saat Liburan