Paus Mundur, Akankah Susah Mengunjungi Vatikan?

|

Mutya Hanifah - Okezone

Basilika Santo Petrus, Vatikan (Foto: jalanjalankelilingdunia)

Paus Mundur, Akankah Susah Mengunjungi Vatikan?
VATIKAN - Dunia dikejutkan dengan pengunduran diri Paus Benedict XVI sebagai kepala Gereja Katolik di Vatikan. Dampaknya ditengarai akan turut dirasakan bagi potensi wisata religinya.

Setelah Vatikan mengumumkan bahwa Paus Benedict XVI akan segera mengundurkan diri dari jabatannya, berbagai media di penjuru dunia ramai memberitakannya. Keputusan Paus tak hanya mengejutkan para pengikutnya, tapi juga agen wisata.

Agen wisata setempat mengatakan bahwa mereka akan tetap melakukan tur religi seperti biasa di Vatikan, hingga nanti pada masa Konklaf atau pertemuan para Kardinal untuk menentukan Paus baru dimulai.

"Selama masa Konklaf, Vatikan akan menjadi sangat ramai," kata Antony Stuart, Manajer Vatican Tours Company, seperti dikutip HuffingtonPost, Rabu (13/2/2013).

"Akan banyak orang yang kemping di sekitar Vatikan," tambahnya.

Konklaf akan berlangsung di Kapel Sistine, salah satu pusat seni terbesar di dunia dan pusat wisata di Vatikan. Masih belum diketahui, apakah saat pemilihan Paus kapel nanti wisatawan diperbolehkan masuk, karena semuanya tergantung keputusan Museum Vatikan.

Dalam Konklaf terakhir yang terjadi delapan tahun lalu ketika Paus Benedict terpilih, banyak turis yang mengaku kesulitan mengelilingi Vatikan.

"Banyak turis yang mengeluh sulit berkeliling Vatikan karena sangat ramainya pengikut Paus yang menunggu keputusan Konklaf, sehingga waktu mereka terbuang," kata Peter Zalewski, CEO Vatican Tours.

Zalewski masih belum tahu berapa banyak turis yang akan datang pada masa Konklaf, karena pemberitahuan Paus mengundurkan diri ini sangat mendadak, mendekati masa wisata padat di Vatikan. Biasanya, negara terkecil di dunia ini ramai dikunjungi wisatawan pada akhir Maret, menjelang Paskah. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    "Menteri Baru Jangan Lupakan 30 Kuliner Indonesia"