Kebutuhan Daging Sapi di Bali Capai 8 Ribu Ton

Sabtu, 2 Maret 2013 - 08:21 wib | Rohmat - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) DENPASAR - Konsumsi daging sapi lokal per tahun diperkirakan sekira 8 ribu ton di Bali. Sebagian besar daging sapi itu untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata, seperti hotel dan restoran.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Putu Sumantra mengatakan, konsumsi terbanyak daging sapi lokal untuk kebutuhan wisatawan yang tengah berlibur di Pulau Dewata. "Kebutuhan sapi lokal hanya sekira 8 ribu ton per tahun, sisanya dipenuhi daging sapi impor," tegas Sumantra di Denpasar, Bali.

Bagi masyarakat Bali tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging sapi lebih karena alasan agama dan keyakinan sebagai pemeluk Hindu. Dengan demikian pasokan daging lebih banyak dikonsumsi wisatawan khususnya wisatawan mancanegara.

Untuk kebutuhan daging sapi impor sekira 10 persen dari total kebutuhan konsumsi daging di Bali. Untuk Kuota impor daging sapi, sambung Sumatra, lebih banyak untuk melayani industri hotel dan restoran.

Namun tidak semua hotel dan restoran, menggunakan daging sapi impor, tak sedikit yang memilih daging sapi lokal.  Hanya saja, Dinas Peternakan Provinsi selama ini tidak mengetahui secara riil berapa harga per kilogram daging sapi impor berapa jumlah konsumsinya.

"Biasanya hotel dan restoran di Bali langsung berhubungan pihak importir di Jakarta," tuturnya.

Dari informasi di pasaran, untuk harga daging sapi lokal relatif masih terjangkau dalam kisaran Rp80 sampai Rp90 ribu untuk kelas satu. Sedang untuk kelas dua sekira Rp70-75 ribu per kg. "Kalau harga daging sapi impor, kami tidak tahu persis, sepertinya mereka pengusaha dan konsumennya sengaja tidak memberitahukan kepada kami," ucap dia.

Meski begitu, dari perhitungannya, jumlah daging sapi impor ke Bali antara 1.100 ton sampai 2 ribu ton per tahun untuk kebutuhan industri.  Karena banyak juga hotel dan restoran di Bali yang menggunakan daging sapi lokal sesuai dengan selera konsumen.

Di pihak lain, dengan adanya kuota impor hal itu memberi angin segar bagi peternak sapi lokal, karena daging sapinya lebih banyak diserap konsumen sebagai pengganti daging impor. Sementara populasi sapi di Bali dalam kisaran antara 600 sampai 650 ribu ekor.

"Tahun 2012 ada sekira 53 ribu ekor yang di antarpulau kan ke DKI dan Jawa Barat sebagai daerah," tutupnya. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »