Bekal Sehat, Anak Berkualitas

|

(koran Sindo) - Koran SI

Bikin sarapan (Foto: Google)

Bekal Sehat, Anak Berkualitas
MEMBIASAKAN untuk membawa bekal makanan yang bersih, sehat, dan bergizi dapat mencegah anak untuk jajan sembarangan. Selain itu bisa membantu menstimulasi otak anak, sehingga menciptakan generasi mendatang yang berkualitas.

Maraknya jajanan di sekolah yang tidak sehat karena banyak mengandung zat pengawet, perasa, dan pewarna, tentu membuat banyak orang tua khawatir. Lihat saja, data yang didapat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan, pada 2008- 2010 keamanan pangan yang memenuhi syarat adalah hanya 56%-60%. Kemudian terjadi peningkatan sebesar 65% pada 2011, dan naik lagi jadi 76% pada 2012. Padahal, pada masa pertumbuhan, anak memerlukan asupan makanan bergizi.

Salah satu cara untuk mengatasi hal itu adalah dengan menyiapkan bekal setiap hari. Selain mencegah anak jajan sembarangan, membawa makanan dari rumah berarti menyiapkan generasi mendatang yang cerdas dan berkualitas. Ketua Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr H Tb Rachmat Sentika SpA MARS mengatakan, penting bagi orangtua untuk menyiapkan bekal sehat bagi anak ketika berangkat ke sekolah.

Apalagi sekarang ditemukan fakta apabila banyak anak balita Indonesia yang mengalami kekurangan gizi kronis. ”Hampir seperempat anak balita kekurangan gizi dan bertubuh pendek sehingga bisa dipastikan ketika masuk sekolah, dia tidak bisa menerima pelajaran dengan baik. Ini harus diatasi dengan segera karena menyangkut kualitas generasi mendatang,” ujarnya dalam acara temu media bertajuk ”Menuju Anak Jempolan yang Hebat” oleh PT Tupperware Indonesia di Wisma Gelora Bung Karno, Senayan, belum lama ini.

Rachmat mengutarakan, data terbaru menunjukkan, hanya sekitar 18% anak sekolah yang membawa bekal. Adapun 60% di antaranya diberi uang jajan oleh orang tuanya mulai Rp500-Rp20.000, dengan rata-rata Rp2.000-Rp5.000. Dengan uang sebesar itu, sudah dipastikan jika jajanan yang dibeli tidak akan mencukupi kebutuhan gizinya.
 
”Kualitas jajanan di sekolah juga parah karena mengandung zat berbahaya. Membawa bekal makanan adalah solusi untuk mengatasi itu,” ujarnya.

Menu bekal, dia menyebutkan, harus bersih, sehat, dan bergizi dengan unsur yang terkandung, yakni menu makanan sehat dan berimbang. Karena itu, gizi yang cukup dapat memacu konsentrasi anak ketika sedang dalam proses belajar di sekolah. Rahmat menyebutkan, isi makanan pada bekal hendaknya mengandung lima zat gizi penting, yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Untuk karbohidrat, dia menyarankan hanya sekitar 20%-30% dari total bekal anak tersebut. Karbohidrat bisa berasal dari nasi, roti, atau singkong. Protein musti tersedia sebanyak 40%. Protein banyak dikandung dalam makanan yang berasal dari hewani atau nabati seperti tempe, telur, ayam, ikan, tahu, dan susu. Untuk bahan pangan yang mengandung lemak seperti minyak atau santan, sebaiknya asup sedikit saja. Tambahkan vitamin dan mineral dari sayur dan buah-buahan.
 
”Dan jangan lupa, minum air sebanyak 2-3 liter setiap hari plus oksigen,” tutur Rachmat.

Menurut Rachmat, berdasarkan teori Bloom, derajat kesehatan seseorang dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu genetik (7%), perilaku (42%), lingkungan (28%), dan intervensi kesehatan (13%). Artinya, perilaku sehat dan lingkungan yang bersih merupakan dua faktor utama yang berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Janita Janet Rutin Periksa Organ Intim