Bayi Terserang Sembelit, Bagaimana Mengatasinya?

|

Mom & Kiddie -

Bayi alami gangguan pencernaan (Foto: Google)

Bayi Terserang Sembelit, Bagaimana Mengatasinya?
GANGGUAN pencernaan pada bayi memang tak bisa dihindarkan. Agar tak panik, ketahui ulasan berikut sehingga Anda dapat mengatasi dengan cara yang tepat.

Banyak orangtua dilanda kekhawatiran ketika bayi mengalami gangguan pencernaan. Sebelum Anda ikut panik dibuatnya, ketahui lebih dulu hal di bawah ini, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.

-Kolik Infantil

dr. Muzal Kadim, SpA(K) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa bayi yang menangis secara berlebihan dan mendadak dengan intensitas tinggi - kadang disertai periode tenang - dan biasa terjadi pada sore dan malam hari merupakan gejala dari kolik infantil.

Gejala sakit perut yang terjadi hebat sekali hingga bayi menangis histeris. Namun, kadang periode sakitnya berkurang sehingga bayi menjadi agak tenang. Gejala gangguan sistem pencernaan ini juga disertai dengan kembung dan muntah. Penyebab kolik infantil sangat beragam antara lain adanya intoleransi laktosa, yaitu bayi tidak dapat menyerap laktosa susu, alergi susu sapi dan berkaitan dengan kedekatan hubungan ibu-bayi.

Cara Mengatasi

Sebaiknya bayi digendong dan didekap agar merasa nyaman, didengarkan alunan musik yang lembut, dan berikanlah air gula untuk mengurangi gejala sakit perutnya.
Bila gejala masih berlangsung sebaiknya Moms segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan dicari solusinya apakah dilakukan penggantian susu formula atau dengan pemberian obat.

-Sembelit (Konstipasi)

Merupakan ketidakmampuan melakukan evakuasi tinja secara sempurna yang tercermin dari berkurangnya frekuensi buang air besar (BAB) dari biasanya. Tinja jadi lebih keras dan nyeri dibanding sebelumnya serta pada perabaan perut teraba massa tinja.
Sembelit yang timbul pada bayi kurang dari dua tahun biasanya disebabkan kurangnya pemberian minum, buah dan sayuran, serta takaran susu yang berlebihan.

Cara Mengatasi

Berikanlah air putih sebanyak 15-20 ml, 3-4 kali sehari. Berikan juga buah-buahan selain pisang dan apel serta berilah susu dengan takaran yang sesuai. Konstipasi yang timbul sejak lahir, disertai gejala perut yang kembung serta pertumbuhan bayi yang tidak baik harus dicurigai sebagai suatu kelainan yang disebut penyakit hisprung (Hirschsprung’s disease).

Kelainan ini adalah akibat saraf yang tidak terbentuk di bagian paling ujung dari usus besar, sehingga bagian tersebut akan menjadi kaku dan tidak dapat mengeluarkan tinja. Sedangkan bagian atasnya akan lebih bekerja lebih keras hingga timbul pelebaran usus.

Gejala yang khas untuk penyakit ini adalah adanya kesulitan BAB sejak lahir dan bila anusnya disentuh maka tinja akan menyembur keluar. Jika mengalami hisprung maka bayi harus segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.

- Kembung

Gejala gangguan pencernaan yang telah disebutkan yaitu, muntah, gumoh, diare, sembelit dan kolik infantil sering menyertai terjadinya kembung pada bayi.

Bayi yang kembung biasanya mudah muntah. Untuk menghilangkan gejala kembung yang disebabkan oleh kondisi ini, tentunya Moms harus mengatasi kelainan dasarnya.
Bayi yang banyak menangis juga sering mengalami kembung karena banyak menelan udara. Selain itu, bayi yang minum susu botol dengan lubang dot terlalu besar atau terdapat kebocoran juga menyebabkan perut mudah kembung.

Cara Mengatasi

Menyendawakan bayi setelah ia minum dapat mengurangi gejala kembung. Dapat juga dengan mengoleskan minyak angin untuk bayi pada perutnya.

-Cegukan

Cegukan atau dalam bahasa medis disebut singultus adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada dekat rongga dada (diafragma). Akibat kontraksi tersebut akan timbul isapan udara secara mendadak yang masuk ke dalam paru melewati ruang antara pita suara (glottis), sehingga menyebabkan terjadinya suara hik yang khas.

Kontraksi yang tiba-tiba tersebut terjadi akibat adanya rangsangan pada diafragma seperti makan terlalu cepat, minum air terlalu dingin, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras.

Cegukan biasanya akan hilang dengan sendirinya atau hilang saat si kecil tidur meskipun ada beberapa cara untuk mempercepat cara menghentikan cegukannya.

Cara Mengatasi

Bila si kecil cegukan, berilah minum air hangat. Pun, baringkan tubuhnya dengan lutut ditekuk atau bisa juga dengan memakan satu sendok gula pasir. Cegukan yang berlangsung lebih dari satu jam harus diwaspadai dan harus segera meminta pertolongan dokter.

Kelainan yang dapat menimbulkan cegukan antara lain adanya gangguan saraf diafragma, radang paru, kelainan di otak seperti tumor, penyakit ginjal atau gangguan keseimbangan elektrolit. (ind)
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Gigi Berlubang Jika Dibiarkan Picu Kista!