Hamil, Libido Jadi Menurun?

Kamis, 7 Maret 2013 - 23:25 wib | Restika Ayu Prasasty - Okezone

Seks saat hamil (Foto: Google) Seks saat hamil (Foto: Google) KEHAMILAN dipercaya memengaruhi gairah seksual wanita. Lantas, benarkah jika gairah seks bisa menyusut ketika sedang mengandung?

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology, kebanyakan wanita menunggu setidaknya enam sampai delapan minggu setelah melahirkan untuk melakukan hubungan seks lagi.

Menurut para peneliti dari Murdoch Children’s Research Institute di Australia, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk bisa berhubungan seks kembali dalam enam minggu apabila sang ibu mengalami komplikasi ketika kelahiran atau memilih operasi caesar.

Ada juga wanita yang menunda aga bisa kembali bercinta karena pemulihan mental serta fisik setelah melahirkan, terlalu sibuk atau terlalu lelah bercinta karena mengurusi bayi yang baru lahir, atau takut sakit ketika mencoba berhubungan seks lagi.

Alyssa Dweck, MD, penulis “V is for Vagina”, pun mencoba untuk menghalau mitos terbesar seputar seks dan kehamilan, seperti dilansir Women’s Health Mag.

Mitos # 1: Libido Anda akan menurun ketika hamil

Normal-normal saja bagi wanita hamil jika gairah seksnya menurun ketika hamil, terutama pada trimester pertama ketika mengalami mual-mual. Tapi tidak semua wanita hamil menurun libidonya. "Kabar baiknya adalah bahwa banyak perempuan lain libidonya melonjak ketika mereka sedang hamil," kata Dweck. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat menyebabkan beberapa wanita merasakan lonjakan hasrat seksual. Dan jangan heran jika perubahan itu membuat Anda merasa “panas”. Banyak pasangan berhasil mempertahankan kehidupan seks yang aktif selama sembilan bulan kehamilan, kata Dweck. Hanya saja memang ada beberapa posisi bercinta yang sulit dilakukan ketika hamil, seperti posisi misionaris. Doggy-style dan side-by-side menjadi posisi alternatif yang populer.

Mitos # 2: Seks bisa menyakiti janin

Seks selama kehamilan tidak dapat menyakiti atau membunuh janin. Namun sayangnya mitos ini masih tetap ada hingga sekarang. "Sering kali pasangan pria lebih takut melakukan hubungan seks daripada wanita," kata Dweck. Dalam banyak kasus, seks 100% aman untuk ibu dan bayi. Namun ada beberapa pengecualian yang mungkin dilarang oleh dokter kehamilan Anda. Contohnya, jika Anda memiliki leher rahim yang lemah atau tidak kompeten, perdarahan, atau menderita suatu kondisi yang disebut plasenta previa, maka dokter akan menyarankan Anda untuk tidak berhubungan seks saat hamil.

Mitos # 3: Menunggu 6 minggu untuk bisa bercinta lagi setelah melahirkan

Nyatanya perlu waktu lebih dari enam minggu. Enam minggu adalah waktu minimal bagi Anda untuk menunggu pulih setelah melahirkan. Banyak wanita akan membutuhkan waktu lebih dari itu. Pada dasarnya, setelah Anda melahirkan, vagina Anda jadi rentan terhadap infeksi. Plus, leher rahim Anda membutuhkan waktu untuk menutup lagi dan biasanya membutuhkan waktu sekitar enam minggu aga hal itu terjadi. Jika Anda memiliki episiotomi, perlu penyembuhan total. Berhubungan seks terlalu dini meningkatkan peluang Anda menderita nyeri dan infeksi. Jangan bercinta sebelum vagina Anda sembuh sepebuhnya.

Mitos # 4: Anda akan merasa kesakitan ketika pertama bercinta usai melahirkan

"Banyak wanita benar-benar takut mersa kesakitan ketika berhubungan seks setelah melahirkan," kata Dweck. Tetapi jika Anda memberikan waktu yang cukup bagi tubuh Anda untuk sembuh sepenuhnya, seks tidak akan menjadi masalah. Perlu diketahui bahwa lamnya ibu baru siap untuk bercinta bervariasi. Bila Anda memutuskan sudah siap, tidak ada salahnya untuk ekstra hati-hati. Tingkat hormone estrogen Anda menurun saat sedang menyusui, hal ini dapat menyebabkan vagina kering. Dweck merekomendasikan agar menggunakan banyak pelumas ketika Anda memutuskan untuk bercinta. (ind) (tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »