Perkenalkan ke Nusantara, Chef Agus Sasirangan Permak Kue Daerahnya

Kamis, 14 Maret 2013 - 05:06 wib | Dewi Yanti - Okezone

Chef Agus Sasirangan (Foto:Feri/Okezone)

Perkenalkan ke Nusantara, Chef Agus Sasirangan Permak Kue Daerahnya
BERASAL dari Kalimantan Selatan membuat Chef Agus Sasirangan lebih banyak tahu tentang makanan tradsional Banjar. Ia pun menyadari jika makanan tradisional jauh lebih sulit dibandingkan yang modern.

Makanan khas Banjar cenderung manis dan banyak menggunakan santan. Khusus untuk kue tradisionalnya identik dengan penggunaan telur bebek yang membuat kue terasa lebih legit. Runner Up MasterChef Indonesia Season 1 ini sendiri tidak begitu menyukai makanan dari daerahnya karena rasanya terlalu manis.

“Pokoknya, kuenya manis banget, saya juga kurang begitu suka. Jadi kalau kita ingin meng-go-nasionalkan, itu harus diatur lagi, disesuaikan dengan lidah banyak orang,” kata Chef Agus Sasirangan, saat berkunjung ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Niatnya untuk mempromosikan daerah asal melalui kuliner dan sasirangan, batik khas Banjar, dirasa perlu usaha yang lebih, khususnya di bidang kuliner. Dia menyadari jika masyarakat Indonesia tidak begitu suka dengan makanan yang terlalu manis. Belum lagi proses pembuatannya yang jauh lebih sulit dibandingkan kue-kue modern.

“Kue Banjar dibikin kayak karbitan, kue mangkok saja, kalau loyang dioles itu enggak mau mekar, enggak tahu gimana penelitiannya, kalau dioles dan enggak dioles itu beda. Ini juga kalau dibuka bungkusnya, bukan timing-nya bisa tidak mekar,” jelas anak bungsu dari 2 bersaudara ini.

Tidak hanya pada kue tradisional, beberapa masakan, seperti ayam bakar dan olahan sayur, pun bercitarasa manis. Penggunaan santan yang membuat masakan menjadi gurih justru membuat kue dan masakan khas Banjar tidak dapat bertahan lewat waktu sehari.

Tambahnya, Kalimantan Selatan memiliki 41 jenis kue tradisional. Kue ini biasanya disuguhkan untuk acara-acara tertentu, misalnya hantaran, pernikahan, syukuran, dan acara lainnya. Kue khas Banjar sendiri kebanyakan dikukus dan dibakar pakai bara api, jarang ada yang digoreng.

Beberapa kudapan khas banjar, yaitu pais waluh (labu kuning), bingka, tala rimpi, klepon, dan apam batil. Untuk masakan tradisional Banjar di antaranya, soto Banjar, olahan mandai, ketupat kandangan, gangan gadang, dan nila asam manis. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Santap Makanan, Armand Maulana Anti Pakai Garam