Koleksi Dian Pelangi Dianggap Mahal, Ini Tanggapannya

Jum'at, 29 Maret 2013 - 09:13 wib | Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

Koleksi Dian Pelangi Dianggap Mahal, Ini Tanggapannya Dian Pelangi (Foto: Feri/Okezone)

KARYA-karya yang dijual Dian Pelangi memang selalu indah dan menarik hati. Tak heran jika banyak wanita yang kepincut dengan produknya.

Namanya mungkin sedang meroket di dunia mode. Sebagai desainer muda yang namanya disejajarkan dengan perancang senior, tentu harga busana yang dihasilkan tidaklah murah. Setidaknya, itulah anggapan yang banyak dilayangkan sebagian masyarakat terhadap produknya.

Meski banyak anggapan demikian, Dian Pelangi menampik hal tersebut. Dian menyebut bahwa karyanya memang tidaklah mahal dan murah, melainkan affordable.

“Saya tidak ingin bilang bahwa orang harus beli baju Dian Pelangi karena mahal. Enggak sama sekali. Tapi aku selalu memberikan masukan kepada orang untuk jadi konsumen yang pintar. Bukan membeli baju mahal karena terjamin kualitasya. Tapi lebih kepada bagaimana tampil modis dengan bujet minim. Kuncinya, ya jadilah konsumen yang pintar,” Dian saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Lebih lanjut Dian mengutarakan bahwa konsumen yang cerdas itu bisa melihat cerita di balik pembuatan karya yang hendak dibelinya dan tidak sekadar men-judge dari harga yang terkesan mahal.

“Misalnya baju harganya Rp500 ribu. Menurut sebagian orang mungkin mahal dan sebagian lagi murah. Tapi kita bisa menentukan itu mahal atau murah sebenarnya jika menelisik cerita di balik pembuatannya. Misalnya kita pegang bahannya, oh itu kaus kalau bikin sendiri satu meternya Rp20 ribu, kalau 5 meter jadinya Rp500 ribu. Belum lagi pewarnaannya alam, misalnya saja Rp50 ribu, lalu pengiriman ke Jakarta tambah lagi Rp50 ribu. Total misalnya sudah Rp200 ribu. Belum lagi cost bayar pegawai, makan mereka dan sebagainya. Kalau kita bisa mikir sejauh itu, artinya itu konsumen yang pintar. Kalau konsumennya tidak pintar memang akan dianggap mahal, tapi kalau konsumen pintar, dia akan berpikir jauh dan tidak akan berpikir itu mahal. Jadi, memang bukan persoalan mahal atau murah, tapi memantas-mantaskan baju bagaimana sih wajarnya harga tersebut,” tutupnya.
(tty)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »