Film Java Heat Diyakini Dongkrak Pariwisata Yogyakarta

Rabu, 3 April 2013 - 20:15 wib | Adhia Azkapradhani - Okezone

Tazbir (Foto: dok. pribadi)

  Film Java Heat Diyakini Dongkrak Pariwisata Yogyakarta
YOGYAKARTA - Film Java Heat yang akan segera tayang memberikan keuntungan bagi pariwisata Yogyakarta. Film ini turut mempromosikan seluruh daerah di Kota Gudeg.

Promosi pariwisata melalui sebuah film bukanlah hal baru. Sebelumnya, pariwisata Belitung kian mencuat setelah menjadi latar film Laskar Pelangi yang fenomenal. Kini, giliran daerah-daerah di Yogyakarta yang dipromosikan melalui beberapa acara yang tayang di lingkup nasional juga internasional.

“Ada tiga acara yang baru-baru ini syuting di daerah Yogyakarta. Film Java Heat yang seluruh syutingnya di Yogyakarta, The Philosopher, dan Amazing Race versi Amerika yang pesertanya masuk ke Goa Jomblang lalu ke Malioboro,” kata Tazbir, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada Okezone di kantornya, belum lama ini.

Menurut Tazbir, dia merasa senang ketika orang mulai memperbincangkan Java Heat. Karena, menurutnya, film menjadi salah satu sarana promosi yang baik, apalagi seluruh pembuatan film Java Heat dilakukan di Yogyakarta.

Film yang akan rilis pertengahan April ini menceritakan sekelompok orang misterius asal Amerika yang bersatu dengan polisi lokal untuk memburu pencuri permata yang juga menculik Putri Sultan.

“Saya senang, karena nama kita (Yogyakarta-red) jadi terangkat sebagai tempat syuting. Cara ini sangat efektif untuk promosi pariwisata. Saya pun tak menutup kemungkinan untuk para produser yang ingin langsung datang ke Yogya untuk syuting film,” lanjutnya.

Menurut Tazbir, keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjamu para pembuat film maupun menarik setiap wisatawan yang ingin berlibur ke Yogyakarta, misal saat menjamu para peserta Amazing Race versi Amerika.

“Waktu itu, Kedutaan Besar Amerika telefon saya tanya keamanan di Yogya,  lalu saya bilang kalau Yogya aman dan saya garansi itu. Sebagai orang pemerintahan memang sudah seharusnya kami memberikan rasa nyaman sehingga turis mau datang,” tutupnya. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pesta Rakyat, Monas Jadi "Lautan" Sampah