Pakar Sejarah UNS: Aturan Perlindungan Cagar Budaya Belum Memadai

Kamis, 11 April 2013 - 19:11 wib | Bramantyo - Okezone

Candi Prambanan (Foto: tempatwisataria)

Pakar Sejarah UNS: Aturan Perlindungan Cagar Budaya Belum Memadai
SOLO - Pakar sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tunjung W Sutirto, menilai  bahwa peraturan yang mengatur perlindungan situs cagar budaya hingga saat ini belum memadai.

"Meskipun sudah ada Undang-Undang tentang Cagar Budaya, namun hingga saat ini peraturan pemerintah belum juga terbit,” kata Tunjung kepada Okezone saat ditanya perihal kendala Raperda Cagar Budaya di Rektorat UNS, Solo, Jawa Tengah, Kamis (11/4/2013).

Menurut Tunjung, inilah salah satu sebab terkatung-katungnya pembahasan peraturan daerah (Perda) tentang cagar budaya. Padahal, perda sangat diperlukan untuk mengatur pengelolaan sekaligus pengamanan keberadaan cagar budaya di suatu tempat. Seperti halnya di Kota Solo, ditambahkan Tunjung, pembahasan Raperda Cagar Budaya telah terkatung-katung lebih dari setahun, dan hingga kini belum juga rampung.

Salah satunya terkendala belum adanya Peraturan Pemerintah tentang Cagar Budaya. Padahal, banyak situs cagar budaya di Kota Solo yang harus segera dilindungi, terutama dari gusuran pembangunan fisik yang kadang tidak memedulikan keberadaan situs cagar budaya.

Menurut Tunjung, keberadaan cagar budaya pada dasarnya mempunyai manfaat langsung dan berdampak luas. Namun, sejauh ini perlindungan dan pelestarian cagar budaya yang harus diberlakukan dengan regulasi peraturan daerah di masing-masing kabupaten/kota, masih belum memadai.

Tunjung mencontohkan, kota-kota tua seperti Demak, Solo, Surabaya, Yogyakarta, dan sebagainya tentu memiliki peninggalan situs-situs yang sangat berguna bagi kepentingan kontemporer. “Karena itu, pemerintah pusat perlu lebih perhatian terhadap situs-situs cagar budaya. Salah satunya segera menerbitkan peraturan pemerintah agar bisa menjadi landasan pembahasan Raperda Cagar Budaya di daerah-daerah,” pungkas Tunjung yang saat ini juga menjadi salah satu konsultan pembahasan Raperda Cagar Budaya di Solo. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tragedi Tsunami Aceh Jadi Wisata Mendunia