JTE 2013 Tawarkan Paket Wisata Murah ke Jakarta

|

-

Perhelatan JTE 2012 (Foto: dok. Disbudpar DKI Jakarta)

JTE 2013 Tawarkan Paket Wisata Murah ke Jakarta
JAKARTA - Mengulangi sukses penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menggelar Jakarta Tourism Expo 2013. Acara di tiga kota besar, yakni Surabaya, Manado, dan Banjarmasin, ini akan menawarkan wisata murah ke Ibu Kota.

Bekerjasama dengan pelaku industri wisata di daerah dan Jakarta, serta didukung sejumlah perusahaan penerbangan dan perbankan, JTE 2013 akan menawarkan berbagai paket wisata yang fleksibel dengan biaya jauh lebih murah. "Paket yang tersedia sangat beragam dan fleksibel, masyarakat tinggal pilih yang sesuai keinginan dan kemampuan keuangan mereka,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Arie Budiman.

"Melalui JTE, kami mengharapkan masyarakat di daerah bisa lebih nyaman berwisata ke Jakarta dengan biaya yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Menurut jadwal, JTE 2013 akan diselenggarakan pada 3-5 Mei di Mall Ciputra Surabaya, dilanjutkan di Manado pada 31 Mei-2 Juni 2013, dan terakhir di Banjarmasin pada 21-23 Juni 2013.

JTE merupakan program promosi wisata yang lahir dari inisiatif Pemprov DKI. Selain untuk menggalakkan wisatawan domestik, JTE bertujuan mempromosikan Jakarta sebagai destinasi wisata yang tidak kalah dibandingkan kota besar lain di Asia. Nyatanya, Jakarta termasuk sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan sektor pariwisata tercepat di dunia.

Paket-paket wisata Jakarta yang ditawarkan pada JTE 2013 didukung oleh lebih dari 47 industri pariwisata Ibu Kota, terdiri dari hotel berbintang, objek wisata, biro perjalan, pusat perbelanjaan, dan maskapai penerbangan. Sementara, penjualan paket-paket wisata Jakarta tersebut akan dilakukan oleh biro perjalanan lokal di tempat penyelenggaraan JTE.

“Alhamdulillah animo industri pariwisata Jakarta untuk berpartisipasi pada JTE dari tahun ke tahun meningkat pesat. Hal ini bukan hanya dilihat dari jumlah partisipan, tapi juga dari penawaran-penawaran menarik yang diberikan," tutur Arie.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono, menyebutkan bahwa Sriwijaya Air kembali memberikan dukungan terbaik pada penyelenggaraan JTE tahun ini melalui penawaran harga kompetitif untuk dapat dikemas bersama paket-paket wisata Jakarta. “Partisipasi kami pada Jakarta Tourism Expo 2013 merupakan komitmen Sriwijaya Air untuk menggairahkan minat wisatawan domestik berkunjung ke Jakarta,” jelasnya.

Data yang dihimpun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menyebutkan, transakasi JTE pada 2012 di empat kota (Semarang, Medan, Pontianak, dan Manado) mencapai Rp6,2 miliar. Sementara, pertumbuhan sarana dan prasarana wisata di Jakarta juga melaju pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, di Jakarta telah tersedia tidak kurang dari 219 hotel berbintang, 3.173 restoran, 40 balai pertemuan, 2.248 BPW, serta 1.257 tempat hiburan dan rekreasi yang menyajikan lebih dari 19 jenis hiburan yang siap memberikan berbagai pengalaman keceriaan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Jumlah pusat perbelanjaan juga terus bertambah dan sudah mencapai 86 mal yang menawarkan berbagai produk berkualitas internasional. Hal ini yang menjadikan Jakarta salah satu pusat belanja terkemuka di kawasan Asia sehingga menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tidak heran jika arus wisatawan ke Jakarta tumbuh pesat dari tahun ke tahun. Pada 2012, wisatawan domestik ke Jakarta mencapai 28,88 juta orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 2,125 juta orang. “Rata-rata pertumbuhan wisatawan ke Jakarta sekitar 7%-10% per tahun,” kata Arie.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kontribusi sektor pariwisata ke DKI juga terus meningkat. Pada tahun lalu,  sektor ini memberikan sumbangan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI sebesar Rp2,653 triliun.

“Melalui berbagai program promosi wisata yang kita galakkan bersama pelaku industri, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jakarta terus naik pesat. Ini tidak hanya mendorong kontribusi terhadap PAD, dengan multiplier effect yang besar, kemajuan sektor pariwisata juga akan berdampak besar terhadap sektor ekonomi lainnya termasuk terhadap UKM,” tutup Arie. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tari Legong Bali Langka di Indonesia