Ahok Buka Gading Nite Carnival di JFFF 2013

|

Qalbinur Nawawi - Okezone

Ahok saat membuka JFFF 2013 (Foto: Qalbi/Okezone)

Ahok Buka Gading Nite Carnival di JFFF 2013
JAKARTA - Sudah sepuluh kalinya Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) diselenggarakan. Acara tahunan ini dibuka dengan Gading Nite Carnival, berisi kekayaan budaya Nusantara dengan kreasi modern, oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Gading Nite Carnaval (GNC) merupakan pembukaan seluruh rangkaian perhelatan JFFF ke-10. Rutenya masih dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu mengelilingi Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Malam tadi, sekira pukul 19.00 WIB hingga selesai, GNC dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama. Iring-iringan sendiri dimulai dari La Piazza dan berakhir di Hotel Harris Kelapa Gading.

Kemudian, karnaval malam ini diikuti oleh lima mobil hias dengan lampu warna-warni yang terbagi dalam beberapa rangkaian. Terhitung 500 peserta mengenakan aneka kostum unik dan menarik hingga pengunjung seperti diingatkan tentang kekayaan budaya yang dimiliki negeri ini.

Tidak sampai di situ, suasana karnaval diisi berbagai tema yang menyajikan hiburan tersendiri bagi pengunjung. Masing-masing tema dihadirkan secara total, menggambarkan keanekaragaman kreativitas yang dimiliki pemuda Indonesia. Kemudian, secara keseluruhan iring-iringan ini menunjukkan betapa nuansa budaya, alam, imajinasi, dan dunia modern dapat melebur menjadi suatu nuansa yang indah.

GNC sendiri terbagi menjadi 10 rangkaian. Pertama, dibuka dengan Opening Act, yaitu iring-iringan dari Jember Fashion Carnaval dengan tema "Madurese". Di mana tema ini bertujuan untuk mengangkat budaya Madura yang memberikan pengaruh pada sebagian besar budaya asli Jember melalui bahasa maupun budaya masyarakatnya.

Kedua, sekuen Betawi, di mana Jakarta sebagai kota penyelenggaraan JFFF menjadi tempat lahirnya kebudayaan Betawi. Sekuen ini sendiri menampilkan mobil hias JFFF One Decade dan budaya Betawi, melambangkan Jakarta sebagai kota dinamis destinasi wisata maupun tempat berkarya tanpa batas.

Ketiga, sekuen Food, yaitu mewakili Food Festival di JFFF dengan menampilkan berbagai macam kue tradisional serta kuliner asli Indonesia yang telah menjadi bagian kehidupan masyarakat. Lain itu, juga menghadirkan ragam kuliner internasional yang secara harmonis bersanding dengan kuliner khas Nusantara.

Sekuen keempat, yakni lomba Kostum Carnival. Di mana JFFF memberi kesempatan bagi para siswa-siswi sekolah mode Indonesia untuk menunjukkan kreativitas rancangan mode mereka. Kemudian, baju-baju yang ditampilkan juga menarik, dengan mengedepankan khasanah budaya Indonesia.

Sekuen kelima adalah Indonesian Heritage. Tahun ini karnaval JFFF mengangkat tema Indonesia Tengah dan Timur dengan mengambil inspirasi daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Tidak berhenti sampai situ, terdapat juga kolaborasi tarian, kostum, topeng dari budaya Indonesia yang melambangkan "Beauty in Diversity" yang tampil memikat para pengunjung.

Keenam, sekuen Barbie, dimana rangkaian ini dibuka oleh Barbie Flaship Store di Mal Kelapa Gading 3. Penampilan Barbie sendiri menarik decak kagum pengunjung dengan menampilkan vintage dengan bahan kostum dari tenun khas Indonesia.

Sekuen ketujuh adalah Superhero. Rangkaian ini juga menarik perhatian para pengunjung, pasalnya tokoh yang hanya berada dunia internasional seperti sedang berkumpul dalam rangkaian ini. Selain itu, juga ada tokoh kebanggan Indonesia, yaitu Gatotkaca dan Gundala.

Kedelapan, yaitu sekuen Fauna. Rangkaian ini menampilkan kekayaan dunia fauna Indonesia yang sangat beragam, salah satunya elang bondol yang merupakan maskot DKI Jakarta. Lain itu, ada juga merak putih yang hanya ada di Indonesia, burung nuri, jerapah, dan lain sebagainya dikostumkan nyentrik diiringi mobil safarinya.

Sekuen sembilan adalah Jember Fashion Carnaval. Di mana pada rangkaian kesembilan ini mereka menampilkan kostum bertema 'nature', dengan kemegahan sajian kekayaan alam yang indah. Hingga para pengunjung dibuat terkesan betapa kita perlu melestarikannya.

Sekuen terakhir adalah Galactica Glam. Rangkaian terakhir ini sangat terasa sekali berbeda dibanding sekuen lainnya, sebab para peserta rangkai tampil secara futuristik. Di mana tampilan mereka melambangkan betapa industri mode akan selalu maju dan berkembang dalam berbagai bentuk imajinasi dan kreativitas, namun tidak melupakan budaya Nusantara.

Sementara itu, kemeriahan parade GNC ditutup dengan sebuah pertunjukan kembang api yang spektakuler. Hal ini merupakan kesemarakan malam yang sengaja dibuat sebagai penanda dimulainya pesta akbar yang sudah memasuki tahun ke-10 yaitu " One Decade Jakarta Fashion & Festival 2013. (ind) (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menteri Baru, Wisata Indonesia Harus Mendunia