Biksu & Panitia Waisak Keluhkan Fotografer di Borobudur

|

Mutya Hanifah - Okezone

Ramainya Candi Borobudur saat perayaan Waisak (Foto: Mutya/Okezone)

Biksu & Panitia Waisak Keluhkan Fotografer di Borobudur
JAKARTA - Perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang, beberapa hari lalu mengundang banyak polemik terutama di dunia maya. Pengelola Candi Borobudur sendiri mendapat keluhan dari para biksu atas ulah wisatawan yang datang.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 25 Mei 2013, seharusnya menjadi sebuah perayaan suci dan sakral bagi umat Budha. Sayangnya, wisatawan yang memadati candi Warisan Dunia UNESCO ini justru merusak kesucian tersebut.

"Kami mendapat keluhan dari para biksu dan bhante mengenai fotografer yang memotret saat prosesi doa Waisak berlangsung," kata Putra Dirgantara, Humas PT Taman Wisata Candi Borobudur, saat dihubungi Okezone, Senin (27/5/2013).

"Ada sebagian fotografer yang mengambil gambar terlalu dekat dengan biksu, bahkan memakai flash. Ini diprotes oleh biksu dan panitia," tambahnya.

Putra mengaku sudah memperingatkan fotografer untuk tidak mengambil gambar terlalu dekat dengan para biksu yang tengah berdoa. Namun, sayangnya peringatan tersebut tidak dihiraukan.

"Menurut para fotografer, mengambil gambar adalah kebebasan, jadi ya begitulah," keluhnya.

Selain keluhan mengenai ulah fotografer, banyaknya sampah di sekitar Candi Borobudur juga mengundang komplain. "Soal sampah itu, panitia juga sudah berjanji akan segera mengatasi dan membersihkannya," tutupnya. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menteri Baru, Wisata Indonesia Harus Mendunia